Menilik Sejarah Gedung Perwira Pertamina yang Jadi Cagar Budaya

Sepeda motor melintas di depan Gedung Perwira, kompleks Kantor Pusat lama PT Pertamina, Jakarta, Rabu (6/3/2024). Berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993, Gedung Perwira di kompleks tersebut merupakan bangunan cagar budaya. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wpa.

Mobil terparkir di dekat Gedung Perwira, kompleks Kantor Pusat lama PT Pertamina, Jakarta, Rabu (6/3/2024).   

Sepeda motor melintas di depan Gedung Perwira, kompleks Kantor Pusat lama PT Pertamina, Jakarta, Rabu (6/3/2024). Berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993, Gedung Perwira di kompleks tersebut merupakan bangunan cagar budaya. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wpa.

Berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993, Gedung Perwira di kompleks tersebut merupakan bangunan cagar budaya.  

Sepeda motor melintas di depan Gedung Perwira, kompleks Kantor Pusat lama PT Pertamina, Jakarta, Rabu (6/3/2024). Berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993, Gedung Perwira di kompleks tersebut merupakan bangunan cagar budaya. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wpa.

Pada awalnya, gedung ini merupakan kantor pusat perusahaan minyak swasta Belanda bernama Bataafsche Petroleum Maatschappij (NV BPM).  

Sepeda motor melintas di depan Gedung Perwira, kompleks Kantor Pusat lama PT Pertamina, Jakarta, Rabu (6/3/2024). Berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993, Gedung Perwira di kompleks tersebut merupakan bangunan cagar budaya. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wpa.

Namun, selama masa pendudukan Jepang, gedung tersebut berfungsi sebagai salah satu markas militer tentara Jepang.  

Sepeda motor melintas di depan Gedung Perwira, kompleks Kantor Pusat lama PT Pertamina, Jakarta, Rabu (6/3/2024). Berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993, Gedung Perwira di kompleks tersebut merupakan bangunan cagar budaya. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wpa.

Setelah kemerdekaan, gedung bersejarah ini digunakan sebagai kantor staf umum TNI Angkatan Darat pada tahun 1950-an. Kemudian, pada tahun 1957, gedung ini diserahkan kepada PT Pertamina untuk dijadikan kantor pusat hingga saat ini.  

Mobil terparkir di dekat Gedung Perwira, kompleks Kantor Pusat lama PT Pertamina, Jakarta, Rabu (6/3/2024).   
Berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993, Gedung Perwira di kompleks tersebut merupakan bangunan cagar budaya.  
Pada awalnya, gedung ini merupakan kantor pusat perusahaan minyak swasta Belanda bernama Bataafsche Petroleum Maatschappij (NV BPM).  
Namun, selama masa pendudukan Jepang, gedung tersebut berfungsi sebagai salah satu markas militer tentara Jepang.  
Setelah kemerdekaan, gedung bersejarah ini digunakan sebagai kantor staf umum TNI Angkatan Darat pada tahun 1950-an. Kemudian, pada tahun 1957, gedung ini diserahkan kepada PT Pertamina untuk dijadikan kantor pusat hingga saat ini.