Kisah Deki, Siswa Disabilitas di Papua yang Gagah Pimpin Upacara Hardiknas 2026

ADVERTISEMENT

Kisah Deki, Siswa Disabilitas di Papua yang Gagah Pimpin Upacara Hardiknas 2026

Cicin Yulianti - detikEdu
Rabu, 06 Mei 2026 12:30 WIB
Deki Degei
Deki Degei. Foto: Instagram Provinsi Papua Tengah
Jakarta -

Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti wilayah Papua Tengah. Di lapangan Mepa Boarding School, barisan siswa dan guru sudah berdiri rapi.

Siswa dan guru hendak melaksanakan upacara bendera Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Sekilas, pemandangan serupa dengan upacara-upacara di sekolah pada umumnya.

Namun, yang menarik ada pada sosok pemimpin upacara. Deki Degei, seorang pemimpin upacara berdiri dengan satu kakinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Instagram @provpapuatengah, ia adalah siswa kelas 11 di sekolah tersebut. Deki merupakan seorang penyandang disabilitas.

ADVERTISEMENT

Berdiri Tegak dengan Satu Kaki

Deki jauh berbeda dengan penyandang disabilitas daksa pada umumnya. Ia tak menggunakan tongkat penyangga, ia bisa berdiri dengan satu kaki tanpa bantuan alat.

Deki terpilih menjadi pemimpin upacara. Mengenakan seragam sekolah lengkap, Deki berdiri dengan tegap, memberikan instruksi kepada peserta upacara hingga menyampaikan laporan upacara.

Meski hanya dengan satu kaki, ia tetap tegas menyampaikan instruksi. Begitulah Deki, dalam kesehariannya pun dapat selalu berdiri tegap.

Dikenal sebagai Siswa yang Mandiri

Fisik Deki memang terbatas. Namun, ia sangat mandiri bahkan lebih mandiri dari siswa normal.

Mengutip Antara, kondisi kaki Deki disebabkan karena kecelakaan yang menimpanya pada usia 6 tahun. Saat itu, kakinya remuk terlindas truk.

Kini, Deki tinggal di asrama sekolah. Ia dikenal sebagai siswa yang sangat mandiri dan memiliki disiplin yang tinggi.

Setiap pagi, Deki bangun dengan penuh semangat. Ia melakukan aktivitas persiapan sekolah dengan kemandiriannya.

Keterbatasan Tak Halangi Jadi Pemimpin

Lewat perannya sebagai pemimpin upacara, Deki telah menunjukan bahwa ia sangat optimis. Ia telah menunjukkan pemimpin tak harus selalu sempurna secara fisik.

Deki bukan sekadar pemimpin upacara. Ia adalah simbol daya juang yang nyata bagi teman-temannya.

Bagi siapa pun yang mengenal Deki, keterbatasan fisik bukanlah penghalang di matanya. Ia membuktikan bahwa dengan satu kaki bukan berarti tak bisa terus melangkah maju.

Menurut Deki, setiap langkah yang ia jalani adalah kemenangan kecil di setiap harinya. Walau berbeda dengan siswa lain, Deki selalu bersyukur.




(cyu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads