Delegasi SMA Labschool Kebayoran kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dalam ajang NTU Model United Nations 2026 (NTUMUN 2026) yang berlangsung di Nanyang Technological University, Singapura, pada 13-15 Maret 2026, para siswa berhasil meraih dua penghargaan di salah satu konferensi Model PBB paling kompetitif di kawasan Asia-Pasifik tersebut.
Prestasi diraih oleh Nua Kameumeut Ginanjar yang menyabet penghargaan Most Outstanding Delegate pada komite Economic and Social Council (ECOSOC). Sementara itu, Audreyanne Putri Bayu bersama Nazifa Nur Khalisa Tara memperoleh penghargaan Verbal Commendation pada komite Historical United Nations Security Council (Historical UNSC).
Kepala SMA Labschool Kebayoran, Dr Suparno, menyampaikan sekolah memberikan dukungan penuh dalam proses persiapan para delegasi. Dukungan tersebut meliputi penyediaan akses terhadap berbagai sumber pelatihan, pengalokasian waktu khusus untuk sesi latihan, hingga penciptaan budaya belajar yang mendorong siswa meraih prestasi akademik di luar ruang kelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pengalaman belajar berstandar global bagi para siswa. Melalui berbagai kegiatan internasional seperti Model United Nations, sekolah berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berkontribusi dalam menghadapi berbagai isu global.
"Ajang ini dapat mengasah kemampuan berfikir kritis dan diplomasi untuk membahas isu kritis atas kejadian di seluruh dunia saat ini dan menjadi bekal yang sangat baik untuk anak muda saat ini," ujar Suparno.
Pihak sekolah berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus terlibat dalam forum internasional, memperluas pemahaman lintas budaya, serta menumbuhkan semangat kerja sama global yang menjadi inti dari kegiatan Model United Nations.
Persiapan Intensif dan Terstruktur
Di balik keberhasilan tersebut, para delegasi menjalani proses persiapan yang terstruktur dan intensif. Latihan dilakukan di bawah bimbingan Suhaemah dan Farhan Anggara, serta didukung tim pelatih profesional dari Tri Solusi Handayani Anak Indonesia (TSHAI).
Selama berbulan-bulan, para peserta mendapatkan pelatihan komprehensif yang mencakup pemahaman prosedur parlementer, penyusunan position paper, keterampilan berbicara di depan umum, hingga strategi negosiasi dalam forum diplomasi.
Perwakilan TSHAI mengaku bangga dapat turut berkontribusi dalam membina para siswa hingga mampu meraih prestasi di tingkat internasional. "Kami bangga anak-anak yang kami latih dapat berkontribusi mengharumkan nama Indonesia melalui kemenangan di kompetisi internasional," ujarnya.
Prestasi di NTUMUN 2026 ini sekaligus menambah rekam jejak SMA Labschool Kebayoran dalam berbagai ajang Model United Nations. Salah satu peserta, Lajema Tresnanova Ginting, mengaku pengalaman ini turut mengasah kemampuannya dalam speech, public speaking, dan negotiation.
Tak hanya sebagai delegasi, siswa Labschool Kebayoran juga turut berperan dalam penyelenggaraan konferensi. Michaela Kalista Susilo dipercaya menjadi Head Chairperson untuk Komite ASEAN dalam NTUMUN 2026.
(pal/nah)











































