Hari Kacang-kacangan Sedunia Diperingati 10 Februari, Sumber Pangan Atasi Stunting

ADVERTISEMENT

Hari Kacang-kacangan Sedunia Diperingati 10 Februari, Sumber Pangan Atasi Stunting

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 10 Feb 2026 06:00 WIB
Hari Kacang-kacangan Sedunia Diperingati 10 Februari, Sumber Pangan Atasi Stunting
Ilustrasi kacang hijau. Pakar IPB jelaskan manfaat kacang hijau sebagai upaya hadapi stunting. Foto: Istimewa
Jakarta -

Pada 10 Februari 2026, dunia akan memperingati hari kacang-kacangan (World Pulses Day). Peringatan ini menjadi momentum penting dalam menyoroti potensi kacang untuk memperbaiki gizi.

Pakar Gizi IPB University, Ali Khomsan menyebut salah satu kacang lokal yang penuh gizi adalah kacang hijau. Kacang hijau dinilainya merupakan salah satu sumber protein nabati penting.

Kandungan proteinnya yang relatif tinggi dapat mendukung pemenuhan gizi pada anak-anak dan ibu hamil. Dengan begitu, pemanfaatannya menjadi sebuah upaya dalam mencegah stunting pada anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita bicara tentang kacang hijau sebagai leguminosa (kacang-kacangan), itu adalah tanaman yang memang kaya protein. Kandungan proteinnya bisa berkisar 20 sampai 35 persen, sehingga relatif tinggi," tuturnya dikutip dari laman resmi IPB University.

Harga Murah, Banyak Manfaat

Harga kacang hijau yang murah, membuat sumber pangan ini mudah dijangkau bagi keluarga di Indonesia. Kacang hijau juga kerap disajikan sebagai makanan tambahan di posyandu.

ADVERTISEMENT

Ali menyambut baik proses tersebut. Sebagai makanan tambahan di posyandu, kacang hijau bisa meningkatkan asupan protein anak, terutama bagi mereka yang mengalami stunting, kurang gizi, atau gizi buruk.

Namun, untuk mengatasi stunting pemberian kacang hijau tidak bisa dilakukan secara sporadis (kadang-kadang). Dalam praktek di lapangan, pemberian kacang hijau di posyandu biasanya hanya dilakukan satu bulan sekali dan ini tidaklah cukup.

"Anak-anak yang mengalami stunting atau masalah gizi harus diutamakan pendekatan pangan, diberikan makanan setiap hari, ada yang selama tiga bulan, ada yang sampai enam bulan," jelasnya.

Agar bisa mudah dikonsumsi anak-anak, kacang hijau dapat diolah dalam bentuk bubur, cemilan, atau produk pangan lainnya. Untuk itu, Ali kembali menegaskan kacang hijau punya potensi tinggi dalam upaya perbaikan gizi anak Indonesia.

Perlu Diseimbangkan dengan Protein Hewani

Meskipun punya gizi yang tinggi, Ali menyebut protein nabati memiliki daya cerna dan serap yang lebih rendah dibanding protein hewani. Untuk itu, kacang hijau tak bisa dijadikan solusi tunggal dalam penanggulangan stunting.

Anak masih perlu mengonsumsi kacang hijau yang dikombinasikan dengan pangan hewani, seperti susu, telur, atau sumber hewani lainnya. Ali merekomendasikan agar pemanfaatan kacang hijau diintegrasikan secara berkelanjutan.

Baik dalam program makanan tambahan di posyandu ataupun edukasi gizi masyarakat. Tak bisa sekali, program itu juga harus dilakukan secara rutin dalam jangka waktu panjang.

"Agar berdampak nyata terhadap perbaikan status gizi dan pencegahan stunting pada anak," tandasnya.




(det/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads