Lulus IPK 2,7 Jadi Menteri, Bahlil: Yang Menjamin Itu Pergaulan & Leadership

Lulus IPK 2,7 Jadi Menteri, Bahlil: Yang Menjamin Itu Pergaulan & Leadership

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 05 Okt 2022 07:30 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers terkait pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP), Hak Guna Usaha (HGU), dan Hak Guna Bangunan (HGB) terhadap sejumlah perusahaan di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (7/1/2022). Pemerintah pada Senin (10/1/2022) akan mencabut 2.078 izin usaha tambang batu bara yang sudah diberikan kepada para pengusaha karena para pelaku usaha tersebut tidak pernah memanfaatkan IUP serta tidak pernah menyampaikan rencana kerja kepada pemerintah pemerintah. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Bahlil Lahadalia Bagikan Tips Sukses Bagi Mahasiswa. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta -

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memberikan motivasi di depan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Dalam agenda tersebut, ia membagikan kisahnya meraih kesuksesan.

Menurutnya untuk meraih kesuksesan tidak harus memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) besar. Semasa kuliah, ia berhasil menggaet gelar sarjana dengan IPK 2,7.

Meski demikian, dirinya tetap berhasil menduduki jabatan menteri. Bahlil meyakini yang menjamin kesuksesan adalah kemampuan mengelola jaringan dan kepemimpinan, bukan nilai.

"Yang pintar-pintar boleh lah kalian pintar. Saya jujur IPK 2,7 tapi jadi Menteri juga. Hati-hati nilai nggak menjamin. Yang menjamin itu pergaulan, leadership," katanya dikutip dari detikFinance, Selasa (4/10/2022).

Sibuk jadi Aktivis

Bahlil bercerita ada beberapa alasan mengapa prestasi akademiknya kurang mencolok. Salah satunya karena aktif menjadi aktivis.

"Kalau mahasiswa aktivis, mantan ketua BEM atau di Cipayung (kelompok Cipayung Plus), kerjanya kalau nggak besok siapa yang kita naikkan, besok siapa yang kita turunkan. Dulu saya begitu," tuturnya.

Bahlil juga menambahkan, apabila dosen tidak memberikannya nilai, maka ia akan memprotes dosen tersebut. Itulah yang menjadi seluk beluk IPK 2,7 yang didapatnya.

"Dosen nggak kasih nilai, saya demo dosen. Karena itu IP saya cuma 2,7," ujar mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu.

Kerja Serabutan

Bahlil mengatakan jika dirinya tidak lahir dari keluarga kaya. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga sementara ayah Bahlil merupakan buruh bangunan bergaji Rp 7.500.

Sebelum menjabat Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil sempat melakoni beberapa pekerjaan. Dari tukang kue semasa kecil, menjadi kondektur hingga sopir angkot pernah ia lakukan. Bahkan dia mengaku sering menghabiskan masa remajanya hidup di terminal.

Meski demikian kariernya terus maju dan sempat menjadi CEO PT Rifa Capital dengan gaji Rp 35 juta di usia 25 tahun. Berangkat dari CEO, ia pun berkiprah di dunia bisnis hingga mengantarkannya ke posisi Ketua Umum HIPMI dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-15.

Bahlil dilantik sebagai Kepala BKPM pada 23 Oktober 2019. Lalu, pada 28 April 2021, Bahlil dilantik menjadi Menteri Investasi.

Karena kisahnya, Bahlil memotivasi mahasiswa untuk terus maju. Ia mendorong mahasiswa untuk mengubah pola pikir dari sebelumnya menjadi pegawai perusahaan untuk menjadi pengusaha.



Simak Video "Menteri Bahlil Sewot NIB Diperjualbelikan di Marketplace"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia