Intip Karya Inkubasi & Inovasi UPH, Booking App hingga Es Krim Daun Pepaya

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 28 Jul 2022 09:00 WIB
Muju App
Tampilan Muju, aplikasi booking lapangan olahraga karya mahasiswa UPH. Foto: Dok. Muju
Jakarta -

Pernah menunggu lama untuk booking lapangan futsal? Sudah menunggu lama, rupanya bentrok pula dengan jadwal pelanggan lain karena double booking.

Tidak hanya merugikan si penyewa lapangan olahraga, kendala manajemen dan administrasi ini juga bikin rugi pemilik ruang olahraga. Kehilangan calon pelanggan tetap, kepercayaan, menerima komplain, hingga potensi pemasukan selanjutnya adalah salah satunya.

Berangkat dari masalah ini, mahasiswa Manajemen dan Akuntansi Universitas Pelita Harapan (UPH) menggagas solusi lewat inovasi purwarupa aplikasi pemesanan daring. Booking app bertajuk Muju ini memungkinkan calon penyewa fasilitas olahraga untuk melakukan pemesanan tanpa khawatir antre lama dan double booking.

Sharon Vanessa Halim, CEO Muju dari prodi Manajemen UPH menuturkan, Muju juga dilengkapi dengan in app payment yang didukung payment gateway Xendit.

Muju AppTampilan pemesanan lapangan di Muju app. Foto: Dok. Muju

"Muju menyasar kerja sama dengan penyedia lapangan olahraga smaller business yang tidak punya Instagram, website, sehingga memungkinkan mereka ditemukan dan (layanannya) dipesan lebih banyak orang," tutur Sharon.

Di samping Sharon, prototype Muju ini juga digawangi CFO Casya Lie dari prodi Akuntansi serta CO-CEO Deven Sweeney dan Co-CFO Liesky Darmawan dari prodi Manajemen UPH.

Casya menuturkan, aplikasi ini juga tidak hanya diperuntukkan bagi sport dan health enthusiast.

"App ini juga sekaligus menarik orang-orang pada umumnya, yang bisa tertarik olahraga karena melihat (bahwa) pesan fasilitas olahraga bisa semudah ini," kata Casya.

Sparklabs Incubation UPH

Sharon, Casya, dan Deven merupakan beberapa mahasiswa yang berkutat di laboratorium inkubasi startup UPH Sparklabs Incubation. Di platform ini, mahasiswa akan menerima mentorship dari pemimpin perusahaan mumpuni yang tergabung dalam Executive in Residence di Inkubator Bisnis UPH.

Para mahasiswa Sparklabs Incubation juga mendapat coaching dari para dosen masing-masing fakultas dan berjejaring agar dapat berkolaborasi di dalam dan luar kampus. Bisnis para mahasiswa juga berkesempatan mendapat fasilitas pendanaan UPH dari seed capital, angel investor, venture capital, dan institusi yang dapat membantu pendanaan.

Es Krim Daun Pepaya hingga Latte Daun Kelor

Es krim daun pepaya dan latte daun kelorEs krim daun pepaya Carica Ice Cream dan latte daun kelor Mori Latte. Foto: Trisna Wulandari

Inovasi mahasiswa UPH juga menyasar bidang food and beverage yang unik. Salah satunya yaitu es krim daun pepaya dan bubuk latte daun kelor. (detik.com/tag/inovasi)

Natania, M.Eng, penggagas ide Carica Ice Cream dan Mori Latte dari bahan unik ini menuturkan, ia semula tertarik membuat es krim dengan kandungan antioksidan dan antidiabetes yang enak tanpa mengurangi nilai fungsionalnya.

Daun sambiloto dan daun pepaya dikenal punya kandungan ini, tetapi rasanya pahit. Dosen Teknologi Pangan, Fakultas Sains, dan Teknologi UPH ini pun menggandeng mahasiswanya untuk menyiasati tantangan di idenya tersebut.

"Mahasiswa saya, Vanya dan Jonathan, bantu menghilangkan pahitnya dan menjaga nilai fungsionalnya. Jadi saat sudah jadi es krim, pahitnya (daun pepaya) berkurang hingga 95%, sementara kandungan antioksidan dan antidiabetesnya hanya berkurang 10-15%," kata Natania pada detikEdu.

Natania menuturkan, ide membuat es krim ini berawal dari melihat jagonya para ibu memanfaatkan daun pepaya dan menghilangkan rasa pahitnya. Para ibu ini menggunakan tanah liat untuk menurunkan kadar pahit pada dedaunan tersebut.

Mengakali ketersediaan tanah liat, Natalia dan mahasiswanya menggunakan koulin yang sifatnya dapat meniru tanah liat. Namun, rupanya kadar pahit sambiloto lebih kuat dari daun pepaya. Alhasil, lahirlah camilan sehat es krim daun pepaya yang kaya antioksidan dan memiliki cita rasa mirip green tea dan avokad.

Tim Natania juga menyiasati masalah tingginya kadar gula pada konsumen dengan mengolah daun kelor dengan kedelai. Laiknya es krim sehatnya, minuman latte ini juga menjaga kandungan antioksidan, vitamin A, dan vitamin C dari daun kelor agar dapat mencegah kanker konsumennya.

Bagaimana detikers, tertarik membuat inovasi seperti mahasiswa UPH?



Simak Video "Jokowi Bicara Horor 90 Persen Startup Gagal saat Merintis"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia