Daftar Presiden RI dengan Gelar Doktor Honoris Causa, Siapa yang Terbanyak?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 08 Nov 2021 13:35 WIB
Sosok Sukarno tak dapat dilepaskan bila bicara kemerdekaan Indonesia. Presiden pertama Indonesia itu juga dikenal memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh dunia
Foto: Getty Images
Jakarta - Gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) merupakan gelar kehormatan yang diberikan oleh suatu Perguruan Tinggi kepada seseorang yang dianggap telah berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia.


Gelar ini tak hanya diberikan oleh seseorang yang mengabdi di bidang pendidikan saja, tapi juga bisa diberikan kepada pejabat politik seperti presiden. Seperti di Indonesia misalnya, presiden telah banyak menerima gelar doktor kehormatan sejak era Soekarno.


Lantas siapa Presiden RI dengan gelar doktor kehormatan terbanyak?


1. Soekarno (26 Gelar)

Sejak tahun 1951 hingga 1965, Presiden RI pertama Soekarno telah mendapatkan gelar kehormatan sebanyak 26 kali.

Gelar pertama didapatkan dari luar negeri yakni Far Eastern University, Manila, Filipina pada 30 Januari 1951. Kemudian di tahun yang sama yakni pada 19 September 1951 mendapatkan gelar doktor kehormatan kedua dari Universitas Gadjah Mada.

Setelah itu, Soekarno terus mendapatkan gelar doktor kehormatan dari berbagai bidang mulai dari bidang teknik, hukum, politik, ushuluddin, kemasyarakatan, dan sejarah.


2. Susilo Bambang Yudhoyono (14 Gelar)

Presiden RI dengan gelar doktor kehormatan kedua adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sejak 2005 hingga 2018, total sudah ada 14 gelar yang didapatkan.

Gelar tersebut didapatkan SBY dari universitas dalam negeri maupun luar negeri. Mulai dari bidang hukum, politik, pertanian, media dan pemerintahan, serta bidang lainnya.

Terakhir kali, Presiden ke-6 Republik Indonesia tersebut mendapatkan gelar doktor honoris causa dari Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia pada bulan Oktober 2018.


3. KH Abdurrahman Wahid (10 Gelar)

Merangkum laman nu.or.id, KH Abdurrahman Wahid atau sering disapa Gus Dur memiliki 10 gelar doktor kehormatan yang diberikan universitas dalam dan luar negeri.

Menariknya, 10 gelar doktor honoris causa tersebut dianugerahkan kepada Gus Dur hanya dalam kurun waktu 3 tahun yakni sejak 2000-2003.

Pada tahun 2000, gelar pertama diberikan dari Universitas Thammasat, Bangkok, Thailand dalam bidang Filsafat Hukum.

Kemudian pada tahun yang sama, gelar doktor kehormatan diberikan dari Asian Institute of Technology (Bangkok), Pantheon Universitas Sorbonne (Paris), Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Universitas Twente (Belanda), dan Universitas Jawaharlal Nehru, India.

Lalu pada 2002-2003, Gus Dur mendapatkan gelar Universitas Soka Gakkai (Jepang), Universitas Netanya (Israel), Universitas Konkuk (Korea Selatan) dan Universitas Sun Moon (Korea Selatan).


4. Megawati (9 Gelar)

Presiden RI ke-5 juga memiliki gelar doktor kehormatan terbanyak ke-4 untuk kepala negara. Sejak tahun 2001-2020, terdapat 9 gelar yang sudah diberikan.

Dari semua gelar tersebut, 6 berasal dari universitas luar negeri dan 3 berasal dari universitas dalam negeri. Gelar pertama dan kedua diberikan oleh Universitas Waseda Tokyo di Jepang (2001) serta Moscow State Institute of International Relation di Rusia (2003).

Untuk gelar terakhir diberikan oleh Universitas Soka, Tokyo, Jepang, pada 2020 di bidang kemanusiaan.


5. BJ Habibie (5 Gelar)

Sejak tahun 1993 hingga 2012, BJ Habibie menerima gelar doktor honoris causa sebanyak 5 kali. Gelar tersebut didapatkan dari Universitas dalam negeri 3 kali dan luar negeri 2 kali. Salah satunya adalah gelar dari Universitas Indonesia (UI) di bidang filsafat teknologi.


Presiden yang Menolak Pemberian Gelar Doktor Kehormatan

Sementara itu, Presiden RI ke-2 yakni Soeharto pernah diberikan gelar doktor honoris causa dari UI, namun saat itu Soeharto menolak dengan alasan waktu yang belum tepat. Meskipun begitu, Soeharto menyatakan rasa terima kasih atas keputusan UI. Akan tetapi ia berpendapat saat itu belum waktunya untuk melaksanakan penghargaan tersebut.

Begitupun dengan Presiden Jokowi yang sejak tahun 2013 telah menolak penawaran pemberian gelar doktor kehormatan ini sebanyak 13 kali. Ia sudah merasa nyaman dengan titel Insinyur Kehutanan yang diraihnya dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1985.

Simak Video "Raih Gelar Doktor Dari Coventry University, Pendiri LSPR Berharap Generasi Muda Jadi Pemimpin"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia