Masuk Daftar Top 2% Ilmuwan Dunia, Dosen Unusa: Yang Penting Tekun

Rosmha Widiyani - detikEdu
Jumat, 29 Okt 2021 08:00 WIB
unusa
Foto: unusa/Masuk Daftar Top 2% Ilmuwan Dunia, Dosen Unusa: Yang Penting Tekun.
Jakarta - Daftar top 2% ilmuwan dunia yang dirilis Elsevier memasukkan nama dosen UNUSA Achmad Syafiuddin, SSi, MPhil, PhD. Syaifuddin kini aktif sebagai dosen di program studi S1 kesehatan masyarakat.

Prestasi dosen kelahiran 29 September 1988 ini tentu mengundang rasa kagum. Menurut Syafiuddin, prestasi tersebut bisa saja diikuti orang lain. Asal tidak mudah menyerah dan mau bekerja keras.

"Yang penting tekun. Nanti suatu saat Allah SWT akan menyediakan jalan untuk kita. Semesta nantinya akan mendukung," ujar Syafiuddin saat dihubungi detikEdu pada Kamis (28/10/2021).

Tekun artinya bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai bidangnya. Jika sedang diberi waktu untuk riset, maka penelitian harus dilakukan dengan tekun. Sama halnya dengan yang sedang diberi waktu untuk sekolah dan kuliah.

Masuk Daftar Top 2% Ilmuwan Dunia, Dosen Unusa: Yang Penting Tekun (Syafiuddin kiri)Masuk Daftar Top 2% Ilmuwan Dunia, Dosen Unusa: Yang Penting Tekun (Syafiuddin kiri) Foto: dok. pribadi

Syafiuddin juga menyarankan tidak banyak mengeluh saat menghadapi keterbatasan. Semua sumber daya yang ada harus dimaksimalkan untuk menghasilkan karya. Tidak perlu berandai-andai memiliki sesuatu yang lebih daripada kondisi saat ini.

"Jangan berandai-andai, nanti jadinya mengeluh terus. Manfaatkan perlengkapan dan mahasiswa yang mau diajak kerja sama. Yang penting tekun, selanjutnya biar Allah SWT yang menilai," kata ilmuwan ini.

Ketekunan menjadi modal Syafiuddin saat menyusun artikel review yang terbit dalam Journal of the Chinese Chemical Society, Wiley. Dalam jurnal tersebut, Syafiudin menulis bersama koleganya.

Menurut dosen asal Madura, Jawa Timur ini, dia mereview sekitar 250 artikel. Hingga Kamis (28/10/2021) artikel berjudul A Review of Silver Nanoparticles: Research Trends, Global Consumption, Synthesis, Properties, and Future Challenges tersebut telah disitasi 197 kali.

"Artikel ini review ya jadi hasilnya adalah tulisan yang komprehensif. Mulai dari yang dasar hingga advance. Jadi sekali baca bisa paham perkembangan ilmunya," kata sang ilmuwan tentang tulisannya yang terbit pada 2017 tersebut.

Syaifuddin mengatakan, jumlah sitasi terhadap artikelnya inilah yang mungkin mempengaruhi penilaian hingga dia masuk dalam 2% ilmuwan top dunia. Modal ketekunan, kerja keras, dan pantang menyerah pada akhirnya membuahkan hasil positif untuk Syafiuddin.

Simak Video "Eijkman Dilebur, Kepala BRIN Jamin Peneliti Tetap Independen!"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia