Kenalkan Puma, Mahasiswa Harvard & Calon CEO Perempuan Pertama Fintech Syariah

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 25 Okt 2021 12:20 WIB
Financial Planner Putri Madarina, CFP
Foto: Dok. Pribadi
Jakarta - Inspiratif, selagi sibuk studi di Harvard Executive Education, sosok ini juga bakal menjadi CEO perempuan pertama fintech syariah. Dialah Putri Madarina, yang akrab disapa Puma.

Puma rupanya telah mengantongi kemampuan keuangan sejak SD. Orang tuanya melatih kebiasaan dan pola pikir keuangan yang baik. Salah satunya, dengan menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabung.

Sosok yang dikenal sebagai financial planner atau influencer keuangan syariah tersebut lahir di Amerika Serikat 33 tahun silam. Kini, Puma kembali bersinggungan dengan tempat kelahirannya itu karena ia tengah tekun studi di program Executive Education dari Harvard Business School.

Di sana, Puma mengambil fokus Sustainable Business Strategy. Namun, karena di tengah pandemic COVID-19, dirinya belajar secara virtual.

Sebelum menuju ke Harvard, dia terlebih dulu menempuh pendidikan magister Business Administration, Professional Degree, di Universitas Bina Nusantara (BINUS). Puma mengaku memilih bidang ini karena tertarik dengan social enterprise. Sehingga, berbisnis menurutnya tak hanya untuk mencari keuntungan, tetapi juga mendukung lingkungan sosial.

Meski begitu, pendidikan jenjang sarjana yang ia ambil rupanya cukup bertolakan. "Saya major S1-nya graphic design karena tahun 2012 jarang banget major non-financial, lalu ambil sertifikasi (financial planner). Saya pengin ilmu saya berguna untuk orang lain," jelas ibu satu anak itu, seperti dikutip dari HaiBunda pada Senin (25/10/2021).

Perjalanan menjadi CEO Perempuan Pertama Fintech Syariah

Disebabkan memiliki visi sosial sejak kecil, Puma sudah mendirikan komunitas keuangan hingga merintis fintech syariah.

Komunitas yang ia bangun itu bernama Halalvestor. Dan platform fintech syariah yang tengah ia bangun tersebut memiliki nama Vestora.

Fintech syariah memiliki pengertian yang luas. Salah satunya adalah platform yang mempertemukan pemodal dan pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

"Jadi memberikan permodalan dengan skema bagi hasil," kata Puma.

Meski begitu, dia mengaku bahwa proses mengantongi izin fintech syariah tidaklah mudah. Puma butuh waktu hampir satu tahun.

Besutannya ini akan dirilis pada awal 2022 dan Puma akan menjadi CEO perempuan pertama fintech syariah di Indonesia.

"Insyaa Allah jadi CEO perempuan satu-satunya fintech syariah di Indonesia. Jadi, perusahaan yang lagi saya bangun bukan cuma memikirkan keuntungan, tapi ada impact signifikan ke masyarakat," terang mahasiswa Harvard tersebut.

Sangat inspiratif, bukan? Detikers juga bisa melihat kisah Puma dengan lebih lengkap di sini.

Simak Video "Selamat! Mikha Tambayong Lulus dari Harvard "
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia