Menara Kembar Ini Saksi Ki Hajar Dewantara Pernah Dipenjara di Pekalongan

Robby Bernardi - detikEdu
Sabtu, 16 Okt 2021 19:40 WIB
Menara kembar di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, ini usianya sudah seabad lebih. Bangunan kuno ini ternyata adalah kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Pekalongan.
Melihat Menara Kembar Kuno di Lapas Kota Pekalongan Foto: Robby Bernardi
Pekalongan - Suwardi Suryaningrat atau lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara, ternyata pernah berada di Kota Pekalongan selama pada Mei-September 1921. Ya, Bapak Pendidikan Nasional pernah dipenjara di Gevangenisbewaarder Te Pekalongan (kini dikenal sebagai Lapas Kota Pekalongan).

Lapas ini punya menara kembar yang dibangun pada tahun 1913. Dahulu menara kembar tersebut difungsikan untuk gardu pandang petugas lapas dan penampungan air.

Buku Ki Hajar Dewantara, karya Darsiti Soeratman, terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985 menyebut sesudah keluar dari penjara tidak berapa kemudian Ki Hajar masuk lagi karena delik pidato.

Dalam surat bukti pembebasannya, ia dituduh dengan sengaja dan secara lisan menghina pemerintahan Nederladsch Indie. Ki Hajar dijatuhi hukuman selama tiga bulan.

Mula-mula, tokoh pendidikan yang lahir pada 2 Mei 1889 ini ditempatkan di penjara Mlaten Semarang, kemudian dipindahkan ke penjara pusat di Pekalongan. Pada 27 September 1921, pemerintah kolonial Belanda di Batavia mengeluarkan surat pembebasannya dari penjara di Kota Pekalongan.

"Dulu Lapas ini namanya Gevangenisbewaarder Te Pekalongan. Di sini juga pernah dipenjarakan Ki Hajar Dewantara. Namun saat itu sebagai narapidana terpelajar, sehingga perlakuannya berbeda," kata Muhammad Anang Saefulloh, Humas Lapas Kelas IIA Kota Pekalongan, pada detikcom.

Namun, sayangnya menurut Anang, tidak ada dokumen yang menunjukkan tokoh pendidikan nasional itu ditempatkan di blok mana selama berada di penjara Pekalongan itu. "Tidak tahu persis blok mananya. Dokumen-dokumennya disini tidak ada. Tapi memang pernah di sini selama tiga bulan," katanya.

Tidak hanya Ki Hajar Dewantara saja, Anang menambahkan juga ada tokoh pergerakan kemerdekaan lainnya seperti Haji Misbach, tokoh PKI sekaligus Sarekat Islam selama dua tahun yakni dari 1920-1922.

Sementara itu, M Dirkham, pemerhati sejarah di Kota Pekalongan, pada detikcom menjelaskan keberadaan Ki Hajar Dewantara di Lapas Kota Pekalongan, memang hanya seumur jagung.

"Beliau sebelumnya dari lapas Semarang kemudian dipindah ke Pekalongan. Beliau dihukum terkait tulisan dan pidato yang merugikan pemerintahan saat itu," kata Dirkham.

Menara kembar penjara Pekalongan sekitar tahun 1935Menara kembar penjara Pekalongan sekitar tahun 1935 Foto: dok. KITLV

Dirkham menambahkan, selama menjalani masa hukuman di Pekalongan, tokoh pendiri Tamansiswa tersebut, tidak pernah disiksa karena termasuk narapidana terpelajar. Menurut Dirkham Ki Hajar diperbantukan di bagian administrasi karena pandai berbahasa Belanda.

"Di lapas Pekalongan pun, ia berstatus sebagai tahanan yang terpelajar. Bila narapidana lainnya diperlakukan kasar, namun Ki Hajar Dewantara berbeda. Beliau diperbantukan di bidang administrasi," ucap Dirkham.

"Foto beliau yang baru keluar dari penjara di Kota Pekalongan, masih ada. Dokumen (surat bebas) dan baju yang dikenakan Ki Hajar selama di penjara Pekalongan ada Museum Kirti Griya Taman Siswa Yogyakarta."



Simak Video "68 Napi Tewas dalam Kerusuhan di Penjara Ekuador"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia