Kisah Khabib Nurmagomedov Tolak Minuman Anggur dari Sir Alex Fergusson

Rosmha Widiyani - detikEdu
Kamis, 07 Okt 2021 08:00 WIB
Khabib Nurmagomedov
Foto: Instagram @khabib_nurmagomedov/Kisah Khabib Nurmagomedov Tolak Minuman Anggur dari Sir Alex Fergusson.
Jakarta - Khabib Nurmagomedov, sang legenda UFC menolak minuman anggur yang diberikan Sir Alex Fergusson. Peristiwa ini terjadi saat Khabib menyaksikan pertandingan sahabatnya Cristiano Ronaldo.

Dikutip dari Mirror, CR7 saat itu tengah beraksi membela Manchester United di Old Trafford. Dalam pertandingan Liga Inggris tersebut, MU menjamu Everton dengan hasil imbang 1-1.

Khabib dikatakan menolak pemberian minuman anggur tersebut dengan alasan. Namun alih-alih menjelaskan dengan dalil, atlet muslim tersebut memilih penjelasan dengan canda.

"Aku harus menjelaskan padanya. Aku bisa langsung mengatakan, 'aku seorang muslim dan tidak minum alkohol.' Tapi aku juga mengatakan, 'Ini tidak baik. Karena jika aku minum, aku bisa memukul kalian semua," ujar Khabib.

Menurut Khabib, Ferguson mengerti alasan tersebut dan menyarankannya tidak minum. Khabib juga mengatakan, alasan ini dimengerti Patrice Evra dan Usain Bolt yang ikut hadir di acara tersebut.

Minuman anggur bukan hal asing bagi muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia. Dikutip dari Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia, minuman anggur dibahas dalam Muzakarah Nasional Tentang Alkohol Dalam Produk Minuman tahun 1993.

"Anggur obat, anggur kolesom, arak obat dan minuman sejenis yang mengandung alkohol termasuk ke dalam minuman beralkohol," tulis fatwa tersebut.

Berapa pun kadar alkohol pada minuman beralkohol tetap dinamakan minuman beralkohol. MUI juga menjelaskan, ketetapan hukum minuman beralkohol yang digunakan sebagai obat. Penjelasan ini menjadi panduan hidup muslim di Indonesia.

"Dampak positif alkohol sebagai obat yang diminum sudah dapat diganti dengan bahan yang lain. Namun pada obat luar/obat oles masih digunakan," tulis MUI dalam fatwa yang ditetapkan pada 30 September 1993 di Jakarta.

Dengan penjelasan ini, meminum minuman beralkohol, sedikit atau banyak hukumnya haram. Sama dengan kegiatan memproduksi, mengedarkan, memperdagangkan, membeli dan menikmati hasil dari perdagangan minuman beralkohol.

Minuman beralkohol dijelaskan dalam fatwa sebagai minuman mengandung alkohol (etanol), yang dibuat secara fermentasi dari berbagai jenis bahan baku nabati. Bahan ini mengandung karbohidrat misal buah, biji, nira, dan lainnya.

Pembuatan minuman beralkohol juga bisa melalui proses distilasi hasil fermentasi. Produk bisa tergolong minuman keras klasifikasi A, B, dan C. Minuman beralkohol termasuk dalam jenis minuman yang memabukkan atau khamr.

Hukum khamr telah dijelaskan dalam Al Quran, salah satunya surat Al Maidah ayat 90

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Arab latin: Yā ayyuhallażīna āmanū innamal-khamru wal-maisiru wal-anṣābu wal-azlāmu rijsum min 'amalisy-syaiṭāni fajtanibụhu la'allakum tufliḥụn

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Semoga sikap Khabib Nurmagomedov dan fatwa MUI tentang minuman anggur bisa menjadi pelajaran untuk detikers.

Simak Video "Permendikbudristek 30/2021 Dianggap Legalkan Zina di Kampus, Ini Kata MUI"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia