Keren! Mahasiswi ITB Ini Kalahkan Filipina & Vietnam di Ajang ASEAN Energy Youth Awards

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 06 Okt 2021 06:30 WIB
mahasiswa ITB menang kompetisi Asean Energy Youth Award 2021
Foto: Doc itb.ac.id
Jakarta - Mahasiswa Program Studi Oseanografi Institut Teknologi Bandung (ITB), Naffisa Adyan Fekranie berhasil menorehkan prestasi di ajang ASEAN Energy Awards and Asean Energy Youth Awards (AEYA) 2021. Naffisa meraih First Runner-Up Kategori Poster/Infografis.


AEYA 2021 adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Asean Center Energy bekerja sama dengan Southeast Asian Ministers of Education Organisation (SEAMEO) serta didukung oleh Korean Ministry of Trade, Industry, and Energy and Korea Energy Agency.


AEYA pertama kali diadakan di tahun 2020 dan di tahun ini AEYA sudah menginjak tahun ke-2 penyelenggaraannya. Terdapat tiga kategori dalam perlombaan ini di antaranya essay, video, dan poster/infographic.


Ide karya tentang minyak jelantah


Dengan tema AEYA 2021 yang mengangkat tema "Innovation and Creativity Towards Sustainable and Resilient Energy System in ASEAN", Naffisa berhasil membuat karya dengan ide tentang minyak jelantah memiliki manfaat namun sering terbuang sia-sia.


Menurut risetnya, dalam komunitas skala kecil di Indonesia (±1.500 rumah) dapat menghasilkan 520 kg minyak jelantah tiap harinya. Hal ini membuat Naffisa mengusung ide "Utilizing Eggshell Waste in Advancing Continues Biodiesel Production for Small Communities in ASEAN".


Maksud dari idenya adalah penggunaan kembali minyak jelantah dengan cangkang telur sebagai katalisnya untuk komunitas kecil di ASEAN guna memajukkan produksi biodiesel berkelanjutan.


"Memang hal ini dapat tergolong sesuatu yang rumit, tetapi jika sudah mulai diterapkan di komunitas kecil harapannya bisa berdampak luas dan bisa dilakukan dalam skala regional bahkan nasional," ujar Naffisa seperti dikutip dari laman resmi ITB https://www.detik.com/tag/itb (5/10).


Diakuinya, ide ini juga bermula dari salah satu kebiasaannya selama pandemi, yakni memasak. Sejak sering memasak ia semakin sadar akan minyak goreng yang terbuang setelah 2-3 kali memasak.


Meski banyak dianggap hal biasa oleh kebanyakan orang, namun Naffisa menganggapnya sebagai sesuatu yang salah dan harus segera dihentikan karena dengan tindakan kecil seperti membuang minyak goreng pasti akan berdampak besar seperti polusi tanah.


"Kalau ada ide sebaiknya tulis dan jika ada kesempatan tuangkan dalam lomba. Karena semua orang punya kesempatan buat menang tinggal yang bedain hanya niat dan usahanya buat cari info," tutur mahasiswi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB.


Kalahkan Filipina dan Vietnam


Dalam kategori Poster/Infografis AEYA 2021, Naffisa bukan satu-satunya mahasiswa asal Indonesia yang mendapatkan juara. Ada juga Laila Tifah Syahrani dari Institut Sepuluh November (ITS) yang menempati Third Runner-Up.


Selain itu, ada juga dari negara lain seperti Filipina dan Vietnam. Berikut selengkapnya:


1. First Runner-Up


Naffisa Adyan Fekranie - Institut Teknologi Bandung


2. Second Runner-Up


Darren Waminal - Polytechnic University of the Philippines


3. Third Runner-Up


Phan Van Long - Hanoi University of Science and Technology


Laila Tifah Syahrani - Institut Sepuluh November (ITS).

Simak Video "Pengakuan Mahasiswa yang 'Di-SmackDown' Polisi: Agak Sedikit Pegal-pegal"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia