Agar Bisa Kuliah, Mahasiswi Ini Rela dari NTT ke Surabaya Jadi ART

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 01 Okt 2021 17:00 WIB
Yesti Rambu Jola Pati
Foto: Dok. pribadi Yesti Rambu Jola Pati
Jakarta - Demi bisa melanjutkan kuliah, sebagian orang harus berkorban. Inilah yang dialami oleh Yesti Rambu Jola Pati.

Yesti meninggalkan tempat tinggalnya di NTT dan merantau ke Surabaya untuk menjadi asisten rumah tangga (ART). Yesti menjalani profesi tersebut agar dapat membiayai studinya di pendidikan tinggi.

Dirinya menuju ke Surabaya setelah lulus sekolah menengah atas (SMA). Di Kota Pahlawan, ia menempuh bangku kuliah di Universitas Dr. Soetomo Surabaya dan mengambil jurusan Pendidikan Matematika.

Pada mulanya, ia hanya ingin mencari pekerjaan demi membantu finansial keluarga. Pada detikcom Surabaya, Rabu (29/09/2021), Yesti mengungkapkan, "Saya anak yang tipikal sayang orang tua, saya mau berubah, mau membanggakan orang tua dan membantu perekonomian orang tua."

Ketika awal mula merantau, Yesti mengaku tidak membawa bekal apa-apa. Ia hanya modal nekat.

"Kalau ngomongin itu nanti saya menangis, karena waktu itu kan kedua orang tua tidak setuju, keberatan saya berangkat ke sini. Saya nggak punya uang. Saya nggak punya bekal apa-apa, saya cuma modal nekat," kata Yesti.

Anak kelima dari enam bersaudara ini tidak memiliki kerabat atau mengenal siapapun di Pulau Jawa. Sehingga pada awalnya orang tua tak setuju melepas Yesti.

Dirinya menerangkan, "Alasannya karena saya kecil. Kata mereka, kamu di sana tidak punya siapa-siapa. Nanti takut tidak ada orang yang percaya. Tapi karena saya punya keberanian, punya tekad, akhirnya saya berangkat ke Jawa."

Ketika sampai di Surabaya, ia mendapat pekerjaan sebagai ART. Dengan upahnya, Yesti bisa membeli ponsel dan membantu perekonomian keluarga.

"Sampai di sini saya punya tabungan dan saya beli HP, saya mengabari mereka (orang tua) jika saya punya pekerjaan, punya majikan yang baik. Ketika saya sudah bekerja, saya bisa membantu perekonomian keluarga dan akhirnya mereka setuju," kisahnya.

Orang tua Yesti pun kini bangga karena putrinya bisa lulus kuliah dengan nilai yang baik. Yesti tak dapat membendung tangisnya saat wisuda di Dyandra Convention Surabaya beberapa waktu lalu. Ia teringat perjuangan yang dilaluinya.

Simak Video "Jokowi Sarankan Mahasiswa Kedokteran Juga Belajar Robotik"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia