Sosok dan Penemu di Balik Berbagai Jenis Vaksin COVID-19, Siapa Saja?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 28 Sep 2021 17:00 WIB
In this undated photo issued by Mattel, Britains Professor Sarah Gilbert holds a Barbie doll made in her image, in honour of the Oxford vaccine co-creator. The toy company has created models in honour of five other women working in STEM around the world. (Andy Paradise/Mattel via AP)
Foto: AP/Andy Paradise/Mattel/Sosok dan Penemu di Balik Berbagai Jenis Vaksin COVID-19, Siapa Saja?
Jakarta -

Apakah detikers tahu, siapa saja orang yang ada di balik vaksin Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer? Sederet vaksin ini digunakan dalam program vaksinasi di Indonesia.

Ada satu fakta menarik di balik salah satu vaksin yang digunakan di Indonesia ini. Seorang ilmuwan asal Indonesia yang turut berkecimpung dalam penelitian salah satu vaksin tersebut. Penasaran siapa? Simak ulasannya berikut ini.

Penemu vaksin AstraZeneca

Orang yang menemukan vaksin AStraZeneca adalah Sarah Gilbert. Namun, ia sudah melepaskan hak patennya sebagai penemu vaksin ini.

Berdasarkan laman biospace, vaksin AstraZeneca yang diciptakan oleh tim Sarah, diumumkan pada 23 November 2020. Sebelum diumumkan, vaksin tersebut sudah diuji coba di Inggris dan Brasil.

Sarah Gilbert mendapatkan gelar "Dame" dari Kerajaan Inggris. Ia merupakan seorang profesor di Universitas Oxford.

Sebelumnya, Sarah menyelesaikan studi di University of East Anglia di bidang Ilmu Biologi dan Universitas Hull di bidang genetika dan biokimia ragi Rhodosporidium toruloides.

Sarah mendapatkan ide untuk mengembangkan vaksin AstraZeneca setelah Cina mengumumkan kode genetik virus. Lulusan jurusan genetika dan biokimia ini juga bahkan dijadikan versi boneka Barbie oleh perusahaan Barbie, Mattel.

Barbie Sarah Gilbert adalah salah satu rangkaian karya mattel yang bertemakan Science, Technology, Engineering, and Math (STEM). "Aku sangat ingin menginspirasi wanita generasi selanjutnya untuk berkarier dalam STEM dan berharap anak-anak yang melihat Barbie-ku akan sadar betapa pentingnya berkarier dalam sains untuk membantu dunia di sekitar kita. Harapanku adalah agar bonekaku bisa menunjukkan kepada anak-anak tentang karier-karier yang mereka belum tahu, seperti vaksinolog," ujar Sarah, seperti dikutip dari Wollipop.

Dalam tim penelitian vaksin AstraZeneca, ada salah satu mahasiswa yang berasal dari Indonesia. Ia adalah Indra Rudiansyah. Indra adalah mahasiswa doktoral program Clinical Medicine, Jenner Institue, Universitas Oxford.

Indra ikut menguji vaksin virus corona bersama para ilmuwan Inggris, termasuk Sarah, pada Januari 2020. Indra pada mulanya bergabung dengan Tim Jenner Institue dan Oxford Vaccine Group karena laboratorium penelitian kekurangan personil dan membutuhkan tenaga bantuan.

Simak penemu selanjutnya di halaman berikutnya >>>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia