Viral Tugu Sepatu Jakarta Korban Vandalisme, Ternyata Ini Makna Pembuatannya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 22 Sep 2021 09:00 WIB
DCIM100MEDIADJI_0457.JPG
Foto: Dok. Compass x BCA
Jakarta - Belum lama ini Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi memasang tugu sepatu dengan para pelaku ekonomi kreatif seperti Sepatu Compass, BCA, dan PT Jakarta Tourisindo (Jaktour).

Instalasi sepatu ini merupakan penanda dimulainya rangkaian acara Festival Kolaborasi Jakarta 2021. Penempatannya berada di 3 titik yakni di Stasiun BNI City Taman Dukuh Atas, Lapangan Banteng, dan Alun-Alun Velodrome. Tugu sepatu dipajang mulai pada 17-26 September 2021.


Jadi Korban Vandalisme

Namun ternyata keindahan "sepatu raksasa" ini tak bertahan lama karena salah satu tugu sepatu di kawasan Sudirman menjadi sasaran vandalisme.

Pada tugu sepatu yang berwarna abu-abu, kuning, cokelat, dan hijau pada tali sepatunya, terdapat di bagian sisi kanan tugu sepatu ada coretan besar berwarna ungu. Kemudian di bawah bagian sepatu juga terdapat coret-coretan berwarna hitam.

Atas kejadian ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyayangkan aksi vandalisme yang terjadi di tugu sepatu Sudirman, Jakarta Pusat. Dia mengatakan tugu berbentuk sepatu itu tidak selayaknya menjadi objek vandalisme.

"Bukan tempatnya coret-coret di sana," kata Riza kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Riza berharap Satpol PP menemukan pelaku vandalisme melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dia ingin pelaku dibina agar tidak melakukan aksi vandalisme kembali.

"Semoga pelaku bisa ditemukan melalui CCTV untuk dibina agar tidak mengulangi perbuatan itu," ujarnya.


Makna Tugu Sepatu

Wagub DKI Jakarta menjelaskan bahwa keberadaan tugu sepatu memiliki tujuan dan makna untuk memperindah sudut kota Jakarta. "Kita kan ingin mempercantik Kota Jakarta, di antaranya tugu sepatu, itu hasil kolaborasi. Itu tanyakan sama Jaktour detailnya," ungkapnya.

Riza mengatakan tugu itu dibangun demi memperindah sudut Kota Jakarta serta memperkenalkan produk-produk lokal kepada masyarakat. Dia pun menjelaskan bahwa hal yang sama kerap dilakukan oleh negara-negara besar di dunia, seperti Arab Saudi yang membangun tugu sepeda.

Di sisi lain, Creative Director Sepatu Compass Aji Handoko mengatakan kehadiran instalasi ini sebenarnya memiliki tujuan memberikan semangat kepada sesama pelaku ekonomi kreatif.

Selain itu, karya 'sepatu raksasa' ini juga bisa menjadi simbol kebangkitan dan pergerakan yang lebih besar untuk kemajuan industri kreatif.

"Instalasi ini merupakan bentuk keresahan kami terhadap situasi yang melanda industri kreatif saat ini, di mana lingkup kebebasan ekspresi terbatas," ujar Aji Handoko dalam keterangan resminya.

Sementara itu, pada Senin 20 September 2021, instalasi seni tugu sepatu sudah tidak terlihat lagi di dekat Stasiun BNI City Dukuh Atas serta di Lapangan Banteng.

Simak Video "Jokowi Mau Lewat, Coretan Kritikan di Wirobrajan DIY Dihapus"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia