7 Cara Cegah Korsleting Listrik, Seperti Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Kristina - detikEdu
Rabu, 08 Sep 2021 21:15 WIB
Foto suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu (8/9/2021). Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C 2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu dini hari. ANTARA FOTO/Handout/Bal/aww.
Foto: ANTARA FOTO/Dampak Kebakaran di Lapas Tangerang
Jakarta -

Kebakaran yang diakibatkan oleh korsleting listrik tak sedikit menelan korban jiwa. Seperti peristiwa kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang yang menyebabkan tewasnya 41 napi. Bagaimana cara mencegah terjadinya korsleting listrik?

Peristiwa kebakaran Lapas Tangerang dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Rabu (8/9/2021). Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

"Sementara diduga akibat arus pendek," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (8/9/2021).

Sebanyak 41 orang dilaporkan meninggal dunia, dengan 81 korban luka terdiri atas 8 orang yang menderita luka berat dan 73 orang mengalami luka ringan.

Korsleting adalah hubungan arus pendek atau short circuit yang terjadi ketika aliran listrik yang mengalir tidak sesuai dengan nilai hambatan (tahanan). Hal tersebut mengakibatkan lonjakan arus listrik yang besar dan dapat menimbulkan percikan api hingga ledakan.

Cara Mencegah Korsleting Arus Listrik

Banyaknya kasus korsleting listrik yang mengakibatkan kebakaran menjadi pelajaran bagi kita semua agar menggunakan listrik dengan bijaksana. Dilansir dari situs Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh, korsleting listrik paling sering disebabkan oleh kelalaian manusia.

Kelalaian tersebut seperti menyambungkan kabel tidak sesuai dengan ketentuan hingga menyebabkan penumpukan beban yang berlebihan. Di samping itu, korsleting juga dapat terjadi akibat kabel listrik yang mengelupas dan menyebabkan saluran bertegangan menempel ke saluran netral.

Ada beberapa hal yang bisa detikers lakukan untuk mencegah terjadinya korsleting listrik di rumah. Berikut 7 cara mencegah korsleting listrik:

1. Jangan mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman, baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB).

2. Jangan menumpuk steker atau colokan listrik secara berlebihan. Hal tersebut berpotensi menimbulkan panas yang berlebih dan berakibat pada kebakaran.

3. Jangan biarkan tusuk kontak peralatan, seperti TV, menetap pada stop kontak dalam waktu yang lama.

4. Hindari menggunakan tusuk kontak terlalu longgar.

5. Gunakan peralatan listrik yang berkualitas, berlambang SNI atau LMK. Pastikan tidak terlena dengan harga murah namun kualitas rendah.

6. Untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan, serahkan pada instalatir resmi.

7. Periksa instalasi listrik bangunan secara berkala. Pemeriksaan dapat dilakukan kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

Itulah 7 cara mencegah terjadinya korsleting listrik. detikers juga dapat meletakkan steker di tempat yang semestinya agar tidak memicu terjadinya korsleting.



Simak Video "Ngeri! Cerita di Balik Kebakaran Maut Lapas Tangerang"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia