Sosok Lilis Mariani, Ahli Roket LAPAN Lulusan Jepang

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 25 Agu 2021 08:45 WIB
Roket RX450-5 yang dikembangkan LAPAN
Foto: Roket RX450-5 yang dikembangkan LAPAN (dok. LAPAN)
Jakarta - Indonesia punya periset-periset hebat dalam berbagai disiplin ilmu. Salah satunya peneliti perempuan di bidang roket, Lilis Mariani yang kini dipercaya menjadi Kepala Pusat Teknologi Roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Seperti yang dikutip dari akun Instagram Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lilis telah menggeluti roket sejak bergabung di LAPAN pada tahun 1987.

Berbagai proyek riset dan pengembangan roket dipimpin perempuan yang meraih gelar sajana bidang Aerospace, Aeronautical and Astronautical Engineering dari Missouri University of Science and Technology, Amerika Serikat ini antara lain D230, RX-320, RX-420, dan RPS-530.

Puluhan tahun terlibat dalam pengembangan berbagai jenis roket, Lilis akhirnya diangkat jadi Kepala Pustekroket LAPAN pada medio 2020 lalu.

Akhir 2020 lalu Lilis dan timnya berhasil meluncurkan roket eksperimen, RX450-5. Roket RX450 sendiri merupakan roket eksperimen sonda dengan diameter 450 mm. Uji terbang ini dilaksanakan di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut (BUTPAAG) LAPAN.

Lilis yang alumnus S2 di Aeronautical and Astronautical/Space Engineering dari Nagoya University dalam pemaparannya menjelaskan uji terbang RX450-5 dilakukan untuk mendapatkan data kinerja terbang roket sehingga nantinya dapat dilakukan pengoptimalisasian produk.

Data kinerja terbang yang didapatkan antara lain karakteristik pergerakan roket, jarak jangkau, serta data telemetri dari muatan roket mulai dari detik pertama peluncuran hingga roket kembali jatuh ke bumi.

"Uji terbang RX450-5 perlu dilakukan untuk memastikan kinerja terbang roket. Terlebih RX450-5 merupakan baseline pengembangan program PRN Roket Dua Tingkat. Ini adalah upaya kami dalam penguasaan teknologi keantariksaan," ujar Lilis seperti yang dikutip dari laman LAPAN.

Roket RX450-5 merupakan salah satu keluaran kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan di Pustekroket. Roket yang diuji kali ini adalah roket yang kelima sejak peluncuran pertama pada 2015.

Roket ini baseline dari roket jangkauan 100 km lebih yang akan menjadi awal pengembangan roket dua tingkat. Sedangkan roket dua tingkat LAPAN sendiri ditargetkan dapat mengudara pada tahun 2025 dengan misi penelitian atmosfer pada ketinggian 200 km.

Puluhan tahun bergelut dalam riset-riset dan pengembangan roket membuat Lilis terpilih menjadi salah satu dari 100 perempuan Indonesia yang menginspirasi pada tahun 2011 lalu. Adakah dari detikers yang mau mengikuti jejak Lilis sebagai ahli roket?



Simak Video "Penampakan Sisa-sisa Mobil Peluncur Roket yang Menargetkan Bandara Kabul"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia