3 Artefak yang Dikembalikan dari AS Segera Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 29 Jul 2021 16:31 WIB
Tiga artefak yang diselundupkan ke AS
Foto: Tiga artefak yang diselundupkan ke AS (dok. Kemlu)
Jakarta - Tahukah kamu bahwa tiga artefak Indonesia yang sempat dicuri dan diselundupkan ke Amerika sudah dikembalikan ke pemerintah Indonesia? Tiga artefak Indonesia itu adalah arca Shiva, arca Pavarti, dan arca Ganesha dengan status Objek Diduga Cagar Budaya Indonesia.

Arca Shiva diestimasi bernilai sekitar US$ 12.857 atau Rp 186 juta. Arca Pavarti diestimasi bernilai sekitar US$ 32.273 atau Rp 466 juta. Sementara itu, arca Ganesha diestimasi memiliki nilai sekitar US$ 41.176 atau sekitar Rp 595 juta, seperti dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri.

Sebagai informasi, arca Shiva berukuran sekitar 15 cm x 10 cm x 20 cm. Arca Pavarti berukuran 13,9 cm x 11 cm x 19 cm. Sementara itu, arca Ganesha berukuran 7,6 cm x 6 cm x 11 cm.

Ketiga artefak ODCB Indonesia itu dikembalikan pemerintah Amerika Serikat melalui Jaksa Wilayah New York yang diwakili Cyrus Vance, Jr kepada pemerintah Indonesia yang diwakilkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York Arifi Saiman, Rabu (21/7/2021).

Plt. Direktur Pelindungan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Fitra Arda menyatakan untuk perlindungan hukum ketiga artefak tersebut akan ditetapkan sebagai cagar budaya. "Kita juga akan akan melakukan diskusi dengan Kemlu terkait keberadaan koleksi ini ke depan," ujar Fitra dalam keterangannya, Kamis (29/7/2021).

"Kita tentu akan memberikan sejenis surat penghargaan atau ucapan terima kasih ke pihak AS. Selain itu akan ditingkatkan kerjasama upaya repatriasi berbagai koleksi budaya kita di luar negeri."

Untuk mencegah penjarahan artefak lainnya, Fitra menyatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap peredaran cagar budaya. "Sosialisasi dan meningkatkan kerjasama dengan pihak imigrasi, kepolisian dan instansi terkait lainnya," kata Fitra yang juga menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Dikembalikannya artefak dari Indonesia di AS ini bermula dari proses penyidikan dan penyelidikan Antiquities Trafficking Unit, New York County District Attorney's Office bersama Homeland Security AS. Pada proses dan penyidikan tersebut, ditemukan bahwa 3 artefak ODCB Indonesia itu diperoleh dari hasil penjarahan candi.

Penjarahan candi itu dilakukan oleh Subhash Kapoor, warga negara Amerika Serikat keturunan India sekaligus diler seni yang tinggal di New York. Subhas rupanya terlibat dalam jaringan perdagangan ilegal barang antik.

Dari 2011 hingga 2020, Kantor District Attorney dan Homeland Security menemukan lebih dari 2.500 artefak dari Indonesia, Sri Lanka, India, Pakistan, Afghanistan, Kamboja, Thailand, Nepal, Myanmar, dan negara-negara lain yang diperdagangkan secara ilegal oleh Kapoor.

Nilai total benda-benda cagar budaya yang ditemukan diestimasi berharga lebih dari US$ 143 juta atau mencapai Rp 2,069 triliun. New York County District Attorney's Office mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Kapoor pada tahun 2012.

Pada Juli 2019, pengaduan dan serangkaian surat perintah penangkapan untuk Kapoor dan tujuh rekan terdakwa diajukan. Kemudian Juli 2020, New York County District Attorney's Office mengajukan dokumen ekstradisi untuk Kapoor, yang saat ini berada di penjara di India dan menunggu penyelesaian persidangan.

Sejak Agustus 2020, New York County District Attorney's Office telah mengembalikan 393 benda cagar budaya ke 11 negara, diantaranya 3 artefak ke Indonesia tersebut, 12 artefak ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT), 13 artefak ke Thailand, dan 33 artefak ke Afghanistan.

Nah, begitu ceritanya artefak Indonesia yang dicuri bisa kembali ke tanah air. Yuk, jaga bareng-bareng cagar budaya Indonesia, detikers!



Simak Video "Patung Kayu Tertua di Dunia! 2 Kali Lipat Lebih Tua dari Piramida Mesir"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia