Profil Hend Zaza, Atlet Termuda Olimpiade 2020 yang Ingin Jadi Ahli Farmasi

Rosmha Widiyani - detikEdu
Selasa, 27 Jul 2021 18:10 WIB
Profil Hend Zaza, Atlet Termuda Olimpiade 2020 yang Ingin Jadi Ahli Farmasi
Foto: Instagram hend zaza @hend.zaza/Profil Hend Zaza, Atlet Termuda Olimpiade 2020 yang Ingin Jadi Ahli Farmasi
Jakarta - Olimpiade 2020 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang, menorehkan sejumlah kisah. Salah satunya atlet termuda Hend Zaza yang merupakan kontingen asal Suriah. Zaza beraksi di cabang tenis meja perorangan.

"Saya ingin menjadi juara dunia dan menang di olimpiade. Namun saya juga ingin menyelesaikan sekolah dan menjadi ahli farmasi," kata Zaza pada AFP dikutip dari Firstpost, Selasa (27/7/2021).

Zaza yang masih berusia 12 tahun tentunya tidak lepas dari kewajiban sekolah dan menuntut ilmu. Dikutip dari Al Jazeera, ayah Zaza bertanggung jawab penuh atas keseimbangan pendidikan dan latihan putrinya.

"Ayahku menyediakan guru sehingga aku tidak ketinggalan pelajaran, selama dalam perjalanan dan menjalani berbagai turnamen," kata Zaza yang lahir pada Januari 2009 ini.

Zaza yang terlahir bungsu dari lima bersaudara ini mengatakan, tekanan di sekolahnya sebetulnya relatif kecil. Namun dia ingin berkomitmen penuh pada pendidikan dan program latihan, sehingga tidak ada yang diprioritaskan.

Dalam profilnya, identitas orang tua Zaza tidak diketahui banyak. Ayahnya hanya diketahui berprofesi sebagai guru olahraga dan mantan pemain sepak bola. Sedangkan sang ibu jauh dari sorotan media.

Perjalanan Zaza menuju Olimpiade 2020 tidaklah mudah. Perang berkelanjutan di Suriah sejak 2011 telah membunuh sekitar lebih dari 500 ribu orang, melukai jutaan, dan merusak infrastruktur.

"Kami berlatih di kondisi yang keras. Kami juga kesulitan mendapatkan visa untuk berpartisipasi di turnamen luar negeri," kata Adham Aljamaan yang merupakan pelatih Zaza.

Aljamaan mengatakan, Zaza harus berhadapan dengan pemutusan daya listrik di lokasi pelatihan. Dia hanya bisa berlatih di pagi hingga sore sebanyak lima kali sehari. Zaza juga harus menghadapi bahaya perang yang mengancam nyata tiap hari.

Meski perang terus berlanjut sejak 2011, Zaza masih punya harapan pada masa depannya. Zaza mendapat undangan Chinese Olympic Committee untuk latihan bersama atlet tenis meja China, setelah pembatasan akibat COVID-19 selesai dilaksanakan.

Saat ini Zaza berada di Tokyo bersama atlet Suriah lainnya. Mereka adalah Majd Eddin Ghazal dari cabang olahraga lompat tinggi, Man Asaad atlet angkat beban, showjumper Ahmed Hamsho, atlet renang Ayman Kalzieh, dan Mohamed Masso dari cabor triatlon.

Profil Hend Zaza

  • Nama lengkap: Hend Abdul Rauf Zaza
  • Tempat dan tanggal lahir: Hamah, 1 Januari 2009
  • Usia: 12 tahun
  • Domisili: Hamah, Suriah
  • Cabor: Tenis meja, single
  • Nama klub: Al-Muhafaza/Al-Faiha, Suriah
  • Pelatih: Toni Abo Asali, Adham Aljamaan.

Profil dan kisah Hend Zaza di Olimpiade 2020 sungguh menginspirasi. Semoga menular ke kalian ya detikers!

Simak Video "Aksi Wanita Korsel Bela Atlet yang Dikritik Gegara Rambut Pendek"
[Gambas:Video 20detik]
(row/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia