Asesmen Kompetensi Minimum, Ini Penjelasan dan Contoh Soalnya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 22 Jun 2021 17:05 WIB
Guru memberikan pelajaran kepada murid saat uji coba belajar tatap muka di kawasan SDN 11 Pademangan Barat, Jakarta Utara, Rabu (7/4). SDN Pademangan Barat 11 memulai uji coba belajar tatap muka bagi siswa kelas V di tengah pandem COVID-19. Protokol kesehatan menjadi hal utama baik bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Foto: Pradita Utama/Asesmen Kompetensi Minimum, Ini Penjelasan dan Contoh Soalnya
Jakarta - Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan salah satu instrumen Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). Selain AKM, ada juga instrumen lain seperti survei karakter dan lingkungan belajar.


Instrumen AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.


Kompetensi Dasar AKM

Dikutip dari laman resmi Kemdikbud, terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM yakni


1) Literasi membaca

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.


2) Literasi matematika (numerasi)

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.


Adapun, pada literasi membaca dan numerasi, mencakup beberapa kompetensi, di antaranya:


1) Mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis

2) Keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari

3) Keterampilan memilah serta mengolah informasi.


Berbeda dengan Ujian Nasional, Asesmen Nasional instrumen AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya.


Hal tersebut bertujuan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten. Kompetensi yang diukur yaitu literasi dan numerasi dengan meninjau tiga aspek yaitu konten, proses kognitif, dan konteks.


AKM sendiri memiliki bentuk soal yang terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian.

Contoh soal AKM. Klik selanjutnya>>>



Simak Video "Alasan Lain Nadiem Hapus UN: Agar Tak Kentara Siswa Miskin dan Kaya"
[Gambas:Video 20detik]

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia