Dosen Unikama Cerita Pengalaman dan Berikan Tips Sukses Raih Beasiswa

Lusiana Mustinda - detikEdu
Minggu, 13 Jun 2021 08:00 WIB
Graduate Student and Success Education in University Concept. Happy Asian student woman graduate diploma and MBA degree in asian college.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Pra-chid
Jakarta - Alumni Unikama sekaligus Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Uun Muhaji, M.Pd berbagi tips seputar beasiswa. Dari pengalaman pribadi semakin cepat mempersiapkannya semakin cepat untuk mendapatkannya. Untuk mendapatkan beasiswa bukanlah perkara mudah, tentunya perlu persiapan yang matang untuk mengikuti seleksi scholarship baik di Luar ataupun Dalam Negeri.

"Mendapat beasiswa membutuhkan waktu, persiapan dan perjuangan. Semakin matang persiapannya akan semakin mudah mempersiapkan diri untuk lanjut studi S2 atau mendapatkan beasiswa. Sebaiknya planning jauh-jauh hari perlu dilaukan entah persiapan administrasi ataupun mental kita," jelas Uun dalam laman Unikama.ac.id pada (12/06/2021).

Uun bercerita tentang pengalamannya terkait beasiswa LPDP yang dibiayai oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Sejak tahun 2014 dirinya sudah mulai mencari informasi dan di tahun 2017 sempat mencoba apply ke University of New South Wales (UNSW). Melakukan kontak dengan calon supervisor dan juga Head of School.

"Setelah melewati beberapa tahap sampai di tahap wawancara ternyata kualifikasi saya masih kurang dan ada satu kesalahan waktu itu, saya hanya fokus pada satu beasiswa yakni International Schoolarship," ujarnya.

Tidak menyerah sampai disitu saja, di tahun 2018, ia mencoba apply beasiswa LPDP. Dan tak lama setelah itu ia mendapatkan pengumuman diterima setelah melewati beberapa tahapan seleksi. "Gagal bukan berarti kalah, harus tetap maju, terus berusaha dan berdoa pasti hasilnya akan baik," tambah Uun.

Dalam beasiswa LPDP, Uun mengambil Pendidikan Bahasa Inggris sehingga tes dan waeancara juga dilakukan dalam bahasa Inggris.

"Maka dari itu, semua skills yang dipelajari saat masa perkuliahan itu penting baik speaking, writing, listening, dan reading. Inilah keunggulannya kuliah Bahasa Inggris, kita hanya perlu mempersiapkan 4 tahun untuk mengikuti tes TOEFL atau IELTS. Kita sudah belajar jauh-jauh hari tinggal memantapkan saja nanti saat tes. Beberapa Universitas akan meminta proposal atau planning dari kita maka itulah yang harus dipersiapkan matang-matang ada juga dokumen-dokumen, sertifikat TOEFL, IELTS dan juga rencana studi," jelasnya.

Dosen yang sedang menempuh S3 ini memberikan pesan dan juga tips untuk kamu yang ingin mempersiapkan S1. Menurut Uun, ada satu hal yang sangat penting, pada saat memulai harus tahu apa yang ingin diraih dan dilakukan setelah lulus S1. Bekerja atau lanjut studi, hal ini akan menjadi motivasi agar terus belajar dan berusaha.

Dari tujuan tersebut mahasiswa akan mempersiapkan diri menuju apa yang hendak diraih nantinya. Atau saat perkuliahan memiliki tujuan lulus dengan nilai yang bagus agar bisa mendapatkan beasiswa.

Harapan Uun, nantinya banyak mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi untuk melanjutkan pendidikan. Menempuh pendidikan tinggi tidak akan rugi karena ilmu akan terus bermanfaat untuk kehidupan di masa depan.



Simak Video "Nadiem Berharap Penerima LPDP Kembali Ke Tanah Air Usai Studi"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia