Puan : Alokasi Anggaran Dimaksimalkan untuk Pendidikan Adil dan Merata

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 02 Jun 2021 21:00 WIB
Puan Maharani
Foto: Tangkapan layar/Puan : Alokasi Anggaran Dimaksimalkan untuk Pendidikan Adil dan Merata
Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani meminta alokasi anggaran pendidikan yang setiap tahun nilainya semakin meningkat dapat dimaksimalkan untuk pendidikan yang adil dan merata.

"Selain itu untuk kesejahteraan tenaga pengajar, terbangunnya infrastruktur pendidikan, ketersedian alat bantu pendidikan dan berbagai hal yang diperlukan untuk memajukan pendidikan Indonesia," ujar Puan dalam webinar series Majelis Wali Amanat UI, Rabu (2/6/2021).

DPR menurut Puan akan terus mendorong pemerintah agar memastikan penggunaan anggaran pendidikan yang sudah ditetapkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

Puan menyampaikan melalui fungsi pengawasan DPR memerhatikan beberapa hal krusial seperti penajaman dan perbaikan efektivitas pelaksanaan anggaran pendidikan. "Pembangunan SDM melalui pendidikan harus mampu sesuai dengan pasar tenaga kerja baik di dalam atau di luar negeri," ujar politikus PDIP itu.

Pembangunan SDM lanjut Puan juga harus diarahkan agar adaptif dengan perkembangan teknologi, termasuk teknologi komunikasi dan informasi. "Dan harus diarahkan untuk menciptakan SDM yang kreatif dan inovatif dengan tetap memiliki akhlak dan watak keIndonesiaan," katanya.

Puan juga harapkan agar perguruan tinggi siap menghadapi industri 4.0. Menurut Puan Institusi pendidikan tinggi harus melihat bahwa dunia di luar kampus sudah berubah dan harus cepat beradaptasi dengan perkembangan jaman.

"Kita ingin universitas menjadi pendobrak yang menghadirkan perubahan zaman. Dalam menghadapi industri 4.0 dimana peran robotic, kecerdasan buatan, blockchain, dan algoritma kesadaran akan menggantikan peran manusia dalam menangani pekerjaan," papar Puan dalam webinar Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI), Rabu (2/6/2021).

Puan menjelaskan dengan adanya pandemi covid 19 penggunaan teknologi semakin masif. Di luar negeri pun menurut Puan sudah ada penelitian dan pengembangan apakah artificial intelligence dapat digunakan untuk makalah penelitian atau makalah akademis.

"Mungkin kecerdasan buatan terdengar seperti novel dan fiksi namun sudah nyata di depan kita karena itu universitas atau institusi perguruan tinggi perlu segera beradaptasi untuk dapat membekali para mahasiswa dan mahasiswinya serta dosen dan tenaga pengajarnya agar memiliki daya saing dan keunggulan.

Menurut Puan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di perguruan tinggi dan kaitannya dengan teknologi dapat dilakukan dengan beberapa hal. Baik itu dari adaptasi mata kuliah yang diajarkan, pemberian keahlian tambahan tenaga pengajar, kelengkapan alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar dan banyak hal lainnya.

Lebih lanjut menurut Puan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya intelektualitas akan tetapi menyangkut hal yang lebih luas yaitu mengenai kecerdasan dalam seluruh kehidupan bangsa.

"Perlu adanya nation and character building yaitu bagaimana kita membangun manusia dengan jiwa gotong royong, cinta tanah air, memiliki rasa percaya diri pada bangsa, dan memahami persoalan-persoalan bangsa, memiliki kesanggupan serta kemauan untuk membangun kemajuan bangsa dan negara. Semua hal tersebut harus dilakukan perguruan tinggi agar dapat bersaing," jelas Puan.

"Institusi perguruan tinggi harus hidup di tengah masyarakat, mengakar pada pengetahuan dan berbuah untuk kebaikan bangsa dan negara," tutup Puan.

Simak Video "DPR Minta Pemerintah Adil: Mudik Dilarang, Tapi WNA Datang ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia