Kisah Mahasiswa RI Kuliah di Mesir: Tak Ada Diktat dan Skripsi

Anatasia Anjani - detikEdu
Selasa, 18 Mei 2021 13:10 WIB
Muhammad Zaki bersama kawannya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir (dok. pri)
Muhammad Zaki (tengah) bersama kawannya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir (dok. pri)
Jakarta - Kuliah di luar negeri punya beragam tantangan seperti yang dialami Muhamad Zaki, mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Zaki menceritakan kisahnya berkuliah di Mesir kepada detikEdu dalam program Lipsus detikcom dengan PPID (PPI Dunia).

"Kuliah di luar negeri ada tantangan sendiri bagi saya. Karena kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan situasi yang jauh berbeda dari Indonesia. Ekspektasi keindahan bisa berkuliah di luar negeri tentunya harus kita sesuaikan dengan realita ketika sudah menjalankannya," cerita Zaki pada detikEdu (17/5).

Menurut Zaki yang membuat kuliah di Mesir terasa menantang adalah mulai dari faktor iklim, lingkungan sosial, keamanan, dan faktor eksternal lainnya.

"Kesulitannya adalah kita harus mampu mendorong diri kita terus untuk memahami diktat-diktat kuliah yang ada. Karena untuk perkuliahan S1 di sini banyak tidak adanya absensi, tugas dan skripsi dan diganti ujian akhir saja," ujar mahasiswa jurusan Hadis ini.

Zaki menyimpulkan motivasi internal dan lingkungan teman yang mendukung sangat penting untuk memahami pelajaran-pelajaran dengan baik. Di saat situasi pandemi Covid19 ini juga membuat perkuliahan terasa sulit.

"Kemudian di masa pandemi ini, kuliah menjadi lebih berat lagi. Seperti jadwal yang tidak menentu, Kuliah online yang hanya beberapa sesi saja bahkan hanya sedikit sekali. Tetapi kita harus tetap menghadapi ujian yang telah dijadwalkan oleh pihak pemerintah Mesir dan pihak universitas," papar mahasiswa asal Jakarta Selatan ini.

Walaupun kuliah di Mesir terasa berat, Zaki tetap mengingat tujuan awalnya berkuliah di Mesir yaitu untuk mempelajari peradaban kuno di Mesir. Mesir menurut Zaki juga banyak memiliki tempat bersejarah mulai dari zaman mesir kuno dan para nabi-nabi yang singgah dan menetap di sini, sampai ke salah satu pusat keilmuan umat Islam dari zaman ke zaman.

"Di lembaga tempat saya menuntut ilmu, umurnya sudah lebih dari 1000 tahun. waktu yang tergolong sangat lama. Selain itu, Khazanah kitab-kitab Turats (Klasik) dan ulama-ulama terkemuka di sini sangat banyak," papar Zaki.

Berkuliah di Mesir tentu membutuhkan tips dan trik. Menurut Zaki jika ingin berkuliah di Mesir membutuhkan kemampuan adaptasi yang baik.

"Harus punya kemampuan menyesuaikan diri yang baik agar tidak culture shock dan mampu beradaptasi dalam hal belajar, bersosial dan memanage kehidupan pribadi," papar Zaki.

Simak Video "KA Tergelincir di Mesir, 11 Orang Tewas, 98 Terluka"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia