Singgung Islamofobia, Fitrah Teng Pidato di Wisuda Northeastern University

Kristina - detikEdu
Kamis, 13 Mei 2021 14:02 WIB
Fitrah Teng saat berpidato di acara wisuda Northeastern University, Amerika Serikat
Fitrah Teng saat berpidato di acara wisuda Northeastern University, Amerika Serikat (Adam Glanzman/Northeastern University)
Jakarta - Mahasiswa asal Maluku Utara, Muhammad Fitrah Pratama Teng terpilih untuk berpidato di wisuda kelulusan Northeastern University, Amerika Serikat pekan lalu. Ia menyinggung Islamofobia saat didapuk berpidato mewakili lulusan lainnya di Stadion Fenway Park.

"Nama saya Muhammad dan sebelum saya datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya, beberapa kawan memperingatkan soal Islamofobia terutama untuk orang-orang yang menyandang nama Muhammad," ujar Fitrah Teng dalam pidatonya di stadion baseball tertua dan termegah di Amerika Serikat.

"Namun terima kasih pada seluruh anggota fakultas dan kawan-kawan di Northeastern University. Kalian membuat kampus ini seolah menjadi rumah bagi saya," kata Fitrah Teng yang mengambil jurusan Sustainable Building Systems.

"Sejak hari pertama saya menjadi mahasiswa di kampus ini tidak pernah sekalipun saya menerima masalah terkait diskriminasi sebagai seorang Muslim. Saya sangat menghargai itu."

"Kalian juga membuat saya percaya bahwa Amerika memberi tempat juga bagi saya sebagai seorang minoritas. Dan tempat ini Northeastern University, 'Many Voices, One Northeastern'," ujarnya Fitrah Teng dengan percaya yang disambut tepuk tangan.

Fitrah Teng menuturkan bagaimana dirinya bisa terpilih menyampaikan pidato tersebut. Dua bulan sebelum kelulusan, kampus memberikan kesempatan kepada siapapun mahasiswa yang ingin menjadi student speaker di acara wisuda. "Tanpa memandang latar belakang apapun mahasiswa itu," ujarnya pada detikEdu, Kamis (13/5/2021).

Tentu saja Fitrah harus melalui proses seleksi. Lulusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu harus menyerahkan pidato tertulis, resume, formulir aplikasi, dan link video pidato. Tema pidato dibebaskan oleh pihak kampus dengan batasan-batasan tertentu.

Ia kemudian memasukkan pidato dengan judul "Being the sustainable and resilient graduates at an unprecedented moment for future uncertainties". "Judul ini karena memang menyesuaikan dengan keadaan pandemi saat ini," katanya.

Dua minggu setelah berkas-berkas persyaratan diunggah, Fitrah Teng akhirnya mendapat email terpilih menjadi salah satu dari empat pembicara di upacara wisuda. "Dua pembicara dari undergrad student dan dari graduate student," kata peraih beasiswa LPDP ini.

Menurut Fitrah Teng ada beberapa hal yang membuat pidatonya menarik dan dipilih oleh pihak kampus. Pertama adalah perasaan diterima sebagai minoritas di lingkungan kampus yang beragam. Poin ini kata Fitrah menjadi penting karena kampusnya punya slogan "Many Voices, One Northeastern".

Fitrah mengaku sebelum berangkat ke Amerika Serikat memang punya ketakutan akan tindakan diskriminatif di kampus. "Karena memang waktu itu berangkat di era Donald Trump, jadinya agak takut. Saya curhat tentang kekhawatiran saya sebelum berangkat ke Amerika di tahun 2019 silam sebagai seorang Muslim," ujarnya.

"Tapi alhamdulillah sampai lulus saya aman dan nyaman aja berkuliah di kampus. Hal yang agak sensitif inilah yang menurut saya jadi poin penting pertama."

Kemudian menurut Fitrah topik yang dipilihnya punya hubungan dengan keadaan pandemi sekarang. Fitrah memang mengajak lulusan Northeastern University tetap kuat di tengah keadaan sulit sekarang sambil mempersiapkan diri juga untuk masa depan yang mungkin juga akan lebih sulit.

"Di tengah pandemi ini juga kita harus saling menyemangati satu sama lain untuk tetap bangkit dan menjalani hidup," katanya. Fitrah Teng juga menyelipkan cerita lucu di awal pidato soal ibunya yang meminta dirinya memakai minyak esensial saat diwisuda.

"Ada sedikit joke di awal yang mungkin jadi pembeda karena ini yang selalu ditekankan oleh mentor saya setelah terpilih jadi speaker. Beliau bilang punchline essential oil ini bakal bikin ketawa orang Amerika dan itu yang jadi pembeda pidato saya dengan pidato-pidato tiga speaker sebelumnya," katanya.



Simak Video "Nadiem Berharap Penerima LPDP Kembali Ke Tanah Air Usai Studi"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia