Istri Keguguran, Dosen Unair Bikin Aplikasi Timang

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Selasa, 04 Mei 2021 19:50 WIB
Low key portrait of a young womans pregnant belly.Image is processed from a 16 bit RAW file and profiled in ProPhoto RGB. All my images are professionally retouched.More from this Series:
Dosen Unair membuat aplikasi Timang untuk menghitung gerak janin (Foto: Getty Images/iStockphoto/Kangah)
Jakarta - Kehilangan anak yang masih dalam kandungan istrinya tak membuat Taufan Bramantoro berlama-lama larut dalam kesedihan. Agar tak berulang dan menimpa keluarga lainnya, dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini mengembangkan aplikasi yang disebut Timang.

Taufan menuturkan janin yang dikandung istrinya saat itu bahkan sudah menginjak usia sembilan bulan. "Saya kehilangan anak kedua saya saat kandungan istri berumur 9 bulan. Kejadiannya mendadak dan kami bahkan tidak sempat mendeteksinya," ujar Taufan dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Selasa (4/5/2021).

Dia kemudian mengajak rekannya Manggala Pasca Wardhana, dokter kandungan yang menangani istrinya. Manggala juga mengajar di Unair Surabaya.

Keduanya berpandangan tingginya angka kematian bayi diawali dengan penurunan jumlah gerak janin. Namun, banyak ibu hamil atau pun keluarga belum memahami deteksi dini tersebut.

"Data menunjukkan setiap tahunnya ada 3,2 juta kematian bayi dalam kandungan. Sekitar 55 persen kematian tersebut diawali dengan penurunan frekuensi pergerakan janin yang juga dirasakan oleh ibu. Sayangnya banyak ibu maupun keluarga yang belum memahami deteksi dini tersebut," ujar Taufan.

Berdasarkan berbagai pertimbangan itu, Taufan dan Manggala mengembangkan aplikasi penghitung gerak janin pada trimester ketiga atau 28 minggu. Aplikasi ini diberi nama Fetal Diary on Movement and Activity Counting (Timang App). Menghitung gerak janin bertujuan mendeteksi dini kondisi kesehatan janin.

Keduanya menggandeng Kelola.net, Ruang Praktek, dan Indonesian Health Collaboration and Innovation Institute (IHCI) pada proses pengembangan aplikasi tersebut. Mereka bahkan menggunakan dana pribadi serta mewakafkannya guna membuat aplikasi ini lebih nyaman digunakan tanpa adanya iklan.

Aplikasi yang diluncurkan Januari 2021 ini memiliki tampilan yang sederhana dilengkapi dengan fitur unggulan seperti reminder, grafik data, laporan harian, riwayat, hingga artikel-artikel terkait kehamilan.

Mereka pun berharap Timang App dapat semakin dikenal masyarakat dan berkontribusi dalam menekan angka kematian bayi dalam kandungan.

"Melalui Timang App, kami harap ibu hamil di luar sana dapat terbantu untuk melakukan penghitungan gerakan janin dan deteksi dini terhadap segala kemungkinan," ujar Taufan yang juga Ketua Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Gigi Unair.



Simak Video "Tok! Eks Pejabat Kemenkes Divonis 2 Tahun Bui atas Kasus Korupsi Alkes"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia