UI Punya UKM Esport Buat Gamers Loh! Mabar Yuk..

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Minggu, 02 Mei 2021 10:00 WIB
Saat menyabet gelar juara ke-2 di perlombaan Esport, World University Cyber Games (WUCG), di Cina pada 2019.
Foto: Saat menyabet gelar juara ke-2 di perlombaan Esport, World University Cyber Games (WUCG), di Cina pada 2019. (dok. UKM Esport UI)
Jakarta - Universitas Indonesia (UI) punya segudang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk mewadahi minat dan bakat dari mahasiswanya. Salah satunya bagi mahasiswa yang punya hobi nge-game terutama game Esport, game yang biasanya bersifat kompetitif dan bisa dipertandingkan dalam turnamen tertentu.

Perkenalkan, namanya UKM Esport Universitas Indonesia. UKM ini masih terbilang baru, sebab secara resmi berdiri sebagai UKM baru dimulai pada awal tahun 2020.

Ketua UKM Esport Universitas Indonesia Aqila Dika bercerita bahwa UKM ini dulunya hanyalah sebuah komunitas Esport kampus guna mewadahi IEL University Series, perlombaan Esport antar kampus

"Jadi di tahun 2018-2019 itu ada yang namanya IEL University Series, perlombaan antar kampus (game) Mobile Legends dan DOTA 2. Nah, dari situ sih mulai istilahnya dibutuhkan komunitas esports di kampus," ujar Aqila saat dihubungi detikEdu, Sabtu (1/5/2021).

Tahun 2019 silam, tim Aqila berhasil menyabet gelar juara ke-4 di perlombaan Esport bergengsi dunia, World University Cyber Games (WUCG), di Cina. Hal inilah yang disebut-sebut sebagai salah satu faktor pihak kampus mulai melirik komunitasnya.

Sebagai informasi, WUCG merupakan kompetisi internasional yang mana satu negara hanya bisa diwakili oleh satu kampus saja.

"Alasan kita diresmiin itu salah satunya yang di 2019 itu, tim aku lomba di Cina. Jadi kita menang qualifier Indonesia untuk World University Cyber Games, satu negara (hanya) satu kampus yang wakili, dari situ mulai dilirik sama kampusnya," beber mahasiswa tingkat akhir jurusan teknik industri ini.

Ia pun menyebut kegiatan dari UKM ini tidak hanya mabar (main bareng) saja, tetapi mereka ikut serta dalam berbagai turnamen Esport skala kampus, nasional, maupun internasional. Selain itu, ada juga kegiatan formal di dalamnya.

Untuk kegiatan formal, para anggota diikutsertakan dalam berbagai kelas, seperti kelas manajemen organisasi Esport, kelas casting (untuk caster/komentator), dan kelas bersama profesional yang dibimbing langsung oleh pelatih yang ahli di bidangnya, seperti Tri Kuncoro pemain profesional yang pernah mewakili Indonesia di SEA Games, bahkan pemain Esport profesional asal Rusia, Airu.

Tidak heran, prestasi yang ditorehkan dari UKM Esport ini tidak hanya berhenti di Cina. Tahun ini pun tim Esport mereka berhasil mengharumkan nama Indonesia di turnamen internasional lain seperti, juara 2 kategori esport DOTA 2 dalam Conquest MPSTME (Mukesh Patel School of Technology Management and Engineering) Mumbai India dan juga juara 3 kategori esport PUBG di UiTM International Sports Fiesta Malaysia.

Perihal potensi waktu bermain game Esport yang mengganggu jam kuliah, Aqila tidak mengamini hal tersebut. Ia mengungkapkan masing-masing anggota sudah punya manajemen waktu masing-masing. Bahkan mayoritas dari mereka juga tergabung dalam organisasi yang lain.

"Kalau ganggu kuliah dipastiin tidak sih. Dari awal semuanya terpilih sudah commit (komitmen) kalau mereka bisa manage (mengatur) waktu dengan efektif dan memang mereka kebanyakan ikut beberapa organisasi lain juga, jadi bisa dibilang yang potensi ganggu kuliah tidak cuman esports, memang kewajiban mereka buat ngatur waktu," tutur ketua UKM Esport Universitas Indonesia ini.

Keren banget kan, detikers! Nah, apa kamu para gamer yang berniat masuk UI tertarik bergabung di UKM ini?

Simak Video "Menantikan Keseruan Ajang eSport Free Fire World Series 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia