Berkenalan dengan Jakarta Book Hive, Perpustakaan Jalanan di Taman Lembang

Anatasia Anjani - detikEdu
Selasa, 27 Apr 2021 15:01 WIB
Jakarta Book Hive
Foto: Dok.Jakarta Book Hive/Berkenalan dengan Jakarta Book Hive, Perpustakaan Jalanan di Taman Lembang
Jakarta - Ruang baca terbuka di Jakarta kini bertambah kembali yaitu Jakarta Book Hive. Perpustakaan Jalanan ini diresmikan bertepatan dengan hari buku sedunia yaitu pada tanggal 23 April 2021. Lokasi Jakarta Book Hive yaitu di Taman Lembang, Jakarta Pusat.

Kepada detikEdu (27/4/2021) Farid Hamka inisiator dari Jakarta Book Hive mengaku mendirikannya atas dasar kecintaannya terhadap Jakarta dan membaca. "Cinta terhadap Jakarta, yang saya rasa bisa dikembangkan lebih baik dengan kehadiran ruang literasi, dan cinta saya terhadap membaca. Saya ingin orang Jakarta di sekitar saya bisa merasakan kesenangan dan manfaat dari membaca. Karena jujur saja, di masa pandemi seperti ini, buku bisa banget membawa kita ke tempat lain," papar Farid.

Jakarta Book HiveJakarta Book Hive Foto: Dok.Jakarta Book Hive

Farid juga bercerita bahwa ide perpustakaan jalanan ini muncul terinspirasi dari beberapa negara di Eropa seperti Jerman dan Inggris. "Idenya sih jujur saja bukan sesuatu yang baru. Dari tahun 2000an di Jerman sudah banyak public bookrack. Di Inggris, kotak-kotak telepon yang sudah gak pernah dipakai itu beberapa diubah menjadi rak buku," ujar Farid.

Farid juga terinspirasi dari perpustakan jalanan yang ada di salah satu desa di Jawa Tengah dan juga anak berusia 8 tahun di Bekasi yang membuat rak buku untuk lingkungan sekitarnya.

Saat mendirikan perpustakaan jalanan ini, Farid mengaku tidak mengalami kesulitan. "Untuk desain, saya waktu itu kebetulan lagi berkunjung ke Urban Farm PIK, ada desainer dari Accossa Lab, perusahaan desain prefab yang fokus ke aspek lingkungan hidup dan sosial. Mereka propose designnya yang weatherproof dan juga unik, jadi kita pakai mereka," cerita pemuda asal Jakarta ini.

Lebih lanjut untuk urusan izin perpustakaan jalanan ini, Farid dan kawan-kawannya mendiskusikannya dengan camat setelah disahkan lalu mengundang Walikota Jakarta Pusat untuk peresmiannya. "Kan kita emang tujuannya untuk publik, jadi kajian dari pemerintah setempat menjadi sangat penting agar tidak ada salah kaprah," papar putra Jusuf Hamka ini.

Farid juga bersyukur karena mendapatkan respon yang positif dari berbagai pihak. Ia bercerita bahwa Instagram Jakarta Book Hive ramai dengan dukungan dan pertanyaan. Beberapa bookstgrammer (pecinta buku di Instagram) dan influencer juga secara inisiatif mempromosikan Jakarta Book Hive yang juga sempat viral di Twitter.

Jakarta Book HiveJakarta Book Hive Foto: Dok.Jakarta Book Hive

"Pengunjung cukup banyak setiap weekend saya disana, setiap jam ada kali 8-10 orang gitu yang mengambil atau menyumbang buku. Yang tadinya saya pikir bakal kosong raknya ternyata baru 3-4 hari beroperasi sudah sekitar 70% penuh," cerita Farid. Farid juga berharap adanya penambahan titik di banyak ruang publik seperti Kota Tua, Lapangan Banteng, dan taman-taman kota Jakarta lainnya.

"Saya berharap dengan pendirian Bookhive pertamaku ini, orang lain bisa melihat kalau ide ini bisa jalan dan membaca adalah sebuah aktivitas yang positif dan asyik. Saya ingin komunitas membaca di Indonesia bisa terbentuk dengan organik," kata Farid.

Farid sangat berharap kedepannya perpustakaan jalanan ini menjadi sarana edukasi yang mengedepankan prinsip gotong royong. "Kita berkolaborasi untuk mewujudkan dunia yang lebih baik," tutup Farid.

Simak Video "Website Khastara: Kumpulan Manuskrip Kuno Jadi Digital Bikinan Perpusnas RI"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia