Puasa di Negeri Rantau

Kisah Puasa Mahasiswa RI di Korsel: Pernah Tahan 17 Jam di Suhu 33 Derajat

Trisna Wulan - detikEdu
Sabtu, 17 Apr 2021 14:07 WIB
Kisah Puasa Mahasiswa Indonesia
Foto: Dok. Benny Ryplida/Kisah Puasa Mahasiswa RI di Korsel: Pernah Tahan 17 Jam di Suhu 33 Derajat
Jakarta -

Ramadhan 1442 H ini merupakan tahun kelima bagi Benny Ryplida berpuasa di Korea Selatan. Tahun pertamanya sebagai mahasiswa Korea National University of Transportation (KNUT), Korea Selatan, dia berpuasa bertepatan dengan musim panas.

Berpuasa di Korea Selatan dimulai dari pukul 3 pagi hingga 8 malam. Suhu di sana mencapai 33 derajat celcius dan udara kering membuatnya rentan dehidrasi.

"Kalau sudah begitu, seharian tidak keluar (gedung) kampus," tuturnya kepada detikcom dan ditulis Sabtu (17/4/2021).

Untungnya, Ramadhan tahun ini di Korea Selatan jatuh pada musim semi. Udara pada musim semi lebih sejuk sehingga godaan haus saat puasa tidak banyak.

Tahun ini, peraih beasiswa Kementerian Korea Selatan ini menginjak semester empat Program S3 Green Bio Engineering KNUT. Kelas diadakan tiga hari dalam seminggu, pukul 7 malam-9 malam. Lalu dilanjutkan eksperimen hingga pukul 10 malam.

Waktu berbuka puasa Ramadhan di daerahnya, Chungju, Provinsi North Chungcheong, Korea Selatan, sekitar pukul 7 malam. Jika ada jadwal kelas, Benny izin sebentar keluar kelas untuk makan kue dan camilan yang sudah ia siapkan.

"Sholat biasanya di tangga darurat atau belakang gedung," kata Benny.

Sementara jika tidak ada jadwal kelas, ia melakukan eksperimen material baru sejak pukul 9 pagi di laboratorium atau lab. Dia juga menulis manuskrip paper.

Waktu istirahat standar lab pukul 6-7 petang. Khusus Ramadhan, Benny memundurkan jadwal istirahat pada pukul 6.30-7.30 malam.

Teman-teman lab Benny sudah paham dengan kebiasaan yang juga dilakukan mahasiswa muslim lain di lab mereka saat Ramadhan. "Biasanya penasaran dan tanya, bagaimana rasanya (berpuasa)," tuturnya.

Di selang waktu istirahat, Benny bisa pulang sebentar untuk masak dan ibadah. Ia tinggal di one room yang berjarak lima menit bersepeda dari kampus. One room adalah sebutan untuk sebuah kamar kos di Korea Selatan yang dilengkapi mesin cuci dan dapur sendiri.

Untuk berbuka, pria asal Padang, Sumatera Barat ini biasa menyiapkan rendang, gulai ayam, atau spageti. Sementara takjilnya bubur kacang hijau atau bubur ketan hitam. Sedangkan menu sahurnya lebih sederhana yakni telur goreng dengan nasi dan air putih.

Setiap akhir pekan, ia berbelanja ke Asia Mart untuk membeli daging dan bahan pangan halal. Kalau tidak sempat, ia berbelanja online di marketplace coupang.com atau gmarket.com. "

Cukup mengetik 'halal chicken'," tutur Benny.

Kisah Puasa Mahasiswa IndonesiaKisah Puasa Mahasiswa Indonesia Foto: Dok. Benny Ryplida

Senin sampai Jumat, Benny praktis beribadah sendiri di one room. Baru di akhir pekan, pria kelahiran 18 Agustus 1992 ini juga rutin membersihkan mushala bersama teman-temannya yang tergabung dalam Keluarga Muslim Nurul Jadid, Chungju.

Di dapur mushala, ia dan teman-teman masak untuk makan bersama dan dilanjutkan mengaji bersama, seperti hari-hari di luar Ramadhan. Bedanya, saat bulan puasa mereka makan bersama untuk berbuka.

Next halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia