Puasa di Negeri Rantau

Kisah Puasa Mahasiswa di Antwerp: Harus Tahan 16 Jam dan Buka Pakai Nasgor

Anatasia Anjani - detikEdu
Kamis, 15 Apr 2021 11:45 WIB
Kisah Puasa Mahasiswa
Foto: Dok.Reynaldi Istanto/Kisah Puasa Mahasiswa di Antwerp: Harus Tahan 16 Jam dan Buka Pakai Nasgor
Jakarta -

Puasa Ramadhan 2021 bagi Reynaldi Istanto yang biasa dipanggil Rey sangatlah berbeda. Tahun 2021 merupakan kali pertama bagi Rey berpuasa di negeri orang.

Rey merupakan seorang mahasiswa Advanced Master of Globalisation and Development, University of Antwerp, Belgium. Dia pertama kali menginjakkan kaki di City of Diamonds atau sebutan lain untuk Kota Antwerp pada September 2020 lalu.

"Ini Ramadhan pertama di luar Indonesia jadi sangat terasa bedanya. Puasa di sini juga berasa panjang karena durasinya sekitar 16 jam," cerita Rey, kepada detikcom.

Rey juga bercerita bahwa matahari terbenam di Antwerp di atas jam 8 malam. Puasa dimulai dari sekitar pukul 4.50 pagi hingga pukul 8.34 malam.

Untuk mengurangi rasa lapar dan dahaga, dirinya menanggulanginya dengan menyibukkan diri seperti mengerjakan tugas, membaca materi, hingga aktif di organisasi Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belgia.

"Saat ini saya juga mempersiapkan kegiatan webinar conference Millennial Hub, jadi cukup sibuk persiapannya," papar Rey.

Menurut Rey, tantangan terberat berpuasa di negeri orang adalah jauh dari keluarga karena saat di Indonesia, dia selalu sahur dan buka bersama keluarga.

Rey merasa menjadi pelajar perantau memiliki sisi positif yaitu menjadi lebih mandiri. Sesekali mahasiswa ini juga mengaku kalau dirinya juga merasakan homesick terutama dalam hal masakan.

"Cara mengatasi homesick itu dengan masak sendiri. Kemarin buka puasa pertama masak nasi goreng gila ala kaki lima di Jakarta hehe,"" ujar mahasiswa jurusan Advanced Master of Globalisation and Development ini.

Selain itu Rey juga mengaku bahwa saat puasa Ramadhan 2021 ini, keluarganya juga selalu memberi support dengan menelepon setiap hari. "Perbedaan waktu dengan Indonesia itu selama 5 jam jadi orangtua sering telepon untuk bangunin sahur," tutur Rey.

Berkumpul dengan teman-teman yang berasa dari Indonesia di Antwerp juga dapat mengatasi kerinduannya dengan Tanah Air. "Di Antwerp ada sekitar 12 orang pelajar Indonesia, kami juga sering bermain ke kota lain dan memasak masakan Indonesia bersama dengan teman-teman," ujar Rey.

Rey juga bercerita jika di kot (kost dalam bahasa Indonesia) terdapat orang Indonesia bernama Novi, yang hobi mengundang dirinya dan teman-teman lain untuk berkumpul di tempat Novi.

"Kebetulan Novi dan suaminya hobi masak, jadi sering diundang untuk makan malam. Novi lihai memasak segala jenis masakan, tapi paling sering memasak masakan khas Aceh, Mie acehnya sedap!" papar Rey Antusias.

Kisah Puasa MahasiswaKisah Puasa Mahasiswa Foto: Dok.Reynaldi Istanto

Puasa saat pandemi di Antwerp dapat dibaca pada halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia