Setiap negara memiliki ibu kota yang merepresentasikan negara itu sendiri dan sebagai daerah untuk pusat aktivitas administratifnya. Meski kasus yang jarang, tetapi pemindahan ibu kota sempat direncanakan beberapa negara.
Memindahkan pusat pemerintahan bukanlah perkara mudah. Namun, bagi sejumlah negara menilai langkah besar ini menjadi satu-satunya solusi.
Alasan pemindahan ibu kota biasanya dilatarbelakangi oleh kepadatan penduduk, kualitas lingkungan yang sudah memburuk, dan lainnya. Ternyata ada beberapa negara yang merencanakan pemindahan ibu kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada negara apa saja? Berikut daftar negara yang berniat memindahkan ibu kotanya.
Daftar Negara yang Punya Rencana Pindahkan Ibu Kota
1. Mesir
Mesir kini memiliki "The New Capital" atau "Ibu Kota Administratif Baru" yang dibangun di hamparan gurun pasir 30 mil sebelah timur Kairo. Proyek ini jadi proyek besar Presiden Abdel Fattah el-Sisi.
Mengutip CNN, ibu kota baru ini bertujuan untuk mengembangkan perekonomian negara. Mulai tahun 2024, sudah ada 1.500 keluarga pindah ke kota tersebut dan jumlahnya terus bertambah.
Selain itu, kementerian-kementerian juga ikut pindah ke kota baru tersebut. Ibu Kota Administratif Baru ini terletak di sektar distrik keuangan tempat beberapa bank dan bisnis internasional memiliki kantor pusat global.
Pembangunan kota baru tersebut juga disebut untuk mengurangi kemacetan dan polusi Kairo. Kota ini juga menjanjikan lebih banyak ruang hijau.
2. Iran
Pada Oktober 2025 lalu, Presiden Iran saat itu, Masoud Pezeshkian menyebut negaranya tidak punya pilihan selain memindahkan ibu kotanya dari Teheran ke selatan negara Iran yakni Makran. Hal ini diakibatkan kurangnya pasokan air dan ancaman penurunan permukaan tanah.
"Wilayah ini terletak di tepi Teluk Persia dan menyediakan akses langsung ke perairan terbuka serta pengembangan hubungan perdagangan dan ekonomi. Jika kita memiliki pandangan yang berbeda tentang kapasitas wilayah ini, kita dapat menciptakan wilayah yang sangat makmur dan maju. Tidak cukup hanya menerima situasi saat ini dan tidak merancang peta ilmiah, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan kita untuk masa depan," katanya dikutip dari The Guardian.
Ibu kota Iran, Teheran, dinilai sudah menjadi kota padat dengan 10 juta penduduk. Oleh karena itu, kebutuhan air menjadi terbatas.
Bendungan Teheran biasanya menyediakan 70% air untuk ibu kota sedangkan 30% sisanya berasal dari sumber daya bawah tanah. Rencana pemindahan ibu kota Iran juga sempat diusulkan para presiden sebelumnya.
3. Korea Selatan
Korea Selatan terkenal dengan ibu kotanya yang juga sekaligus pusat kota, yakni Seoul. Pada 2025 lalu, kandidat Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung menginginkan ibu kota dipindah ke Sejong jika dirinya terpilih.
Sejong adalah kota terencana yang terletak sekitar 100 km di selatan Seoul dengan populasi 400.000 jiwa.
"Saya juga akan mendorong relokasi penuh Majelis Nasional dan kantor presiden ke Sejong melalui konsensus sosial," katanya dikutip dari Aljazeera.
Gagasan ini sebelumnya dikemukakan juga oleh mendiang Presiden Roh Moo-hyun pada 2003 silam. Tujuan pemindahan ibu kota ini adalah untuk mengurangi kemacetan di Seoul dan mendorong pembangunan wilayah tengah Korea Selatan.
4. Sudan Selatan
Negara lain yang sempat berencana memindahkan ibu kota lainnya adalah Sudan Selatan. Pada 2011, negara ini hendak memindahkan ibu kotanya Juba ke Ramciel.
Mengutip Sudan Tribune, memindahan ibu kota ini diharapkan bisa memperkuat persatuan nasional. Selain itu juga, terbatasnya anggaran dan tantangan politik jadi alasan lain pemindahan ibu kota.
Pada tahun 2003, sebelum penandatanganan Perjanjian Perdamaian Komprehensif (CPA), kepemimpinan gerakan yang diketuai oleh mendiang John Garang de Mabior memutuskan bahwa Ramciel akan menjadi ibu kota baru untuk Sudan Selatan.
5. Indonesia
Pada 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan rencana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan. Alasan awal dari pemindahan ini adalah karena padatnya penduduk hingga kondisi lingkungan seperti banjir dan naiknya permukaan laut.
Beberapa riset juga memprediksi pada 2050, sebagian besar wilayah utara Jakarta akan terrendam. Adapun alasan pemilihan Kalimantan adalah karena letaknya yang berada bagian tengah Indonesia dan dinilai lebih representatif.
Pembangunan IKN ini menjadi proyek pembangunan terbesar di Indonesia. Pemerintah sendiri membentuk Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab mengurusi pembangunan kota ini.
Saat ini, IKN sudah mulai terlihat wujudnya dengan rampungnya pembangunan Istana Negara, Istana Garuda, Plaza Seremoni, Istana Wakil Presiden, Gedung Otorita IKN, rumah susun ASN, dan masih banyak lagi.
