Tak Ada Uang, Kepala Perpusnas Akui Tak Bisa Kirim Lagi Buku ke Daerah

ADVERTISEMENT

Tak Ada Uang, Kepala Perpusnas Akui Tak Bisa Kirim Lagi Buku ke Daerah

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Jumat, 17 Jul 2026 07:30 WIB
Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, E. Aminudin Aziz
Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, E. Aminudin Aziz Foto: YouTube DPR
Jakarta -

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E. Aminudin Aziz mengakui pemangkasan anggaran berdampak langsung terhadap program-program literasi nasional. Salah satunya bantuan pengiriman buku ke desa, taman bacaan masyarakat, lembaga pemasyarakatan, hingga Puskesmas terpaksa harus dihentikan.

Menurut Aminudin, penurunan anggaran yang sangat drastis membuat berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan penguatan literasi tidak dapat berjalan optimal seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Betul, dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi menjadi terganggu," kata Aminudin dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Kepala Perpusnas di Gedung DPR RI, Kamis (16/7/2026) seperti dikutip dari tayangan TV Parlemen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa itu menjelaskan, pada 2024-2025 Perpusnas menjalankan program bantuan buku untuk berbagai lokasi layanan masyarakat. Setiap titik penerima atau lokus mendapatkan sekitar 1.000 buku.

ADVERTISEMENT

Program tersebut, kata dia, mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Buku-buku yang dikirim dimanfaatkan secara aktif dan memperoleh respons positif dari berbagai daerah. "Ini disambut dengan sangat luar biasa, dimanfaatkan dengan sangat baik, dan mendapatkan respons yang sangat-sangat positif," ujarnya.

Namun, program tersebut tidak dapat dilanjutkan pada tahun ini karena keterbatasan anggaran. "Tahun 2026 ini tidak bisa kami kerjakan karena tidak ada uangnya," kata Aminudin.

Aminudin mengatakan pada 2025 Perpusnas mendapatkan anggaran lebih dari Rp 721,6 miliar. Anggaran itu, lanjut dia, juga sempat diblokir Rp 132 miliar sehingga anggaran yang bisa dipakai hanya Rp 589,5 miliar.

"Nah, sepanjang tahun 2025 itu kami mendistribusikan anggaran itu ke unit-unit kerja, lalu terealisasi anggaran sebesar Rp 583,2 miliar dan ini setara dengan 98,93%," ujarnya.



(pal/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads