Benarkah Berat Badan Bisa Naik saat di Dalam Lift? Ini Faktanya

ADVERTISEMENT

Benarkah Berat Badan Bisa Naik saat di Dalam Lift? Ini Faktanya

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Rabu, 08 Apr 2026 18:30 WIB
ilustrasi Tombol Lift
Foto: iStockphoto/Ilustrasi di dalam lift
Jakarta -

Ada sensasi berbeda saat naik lift: saat naik badan akan terasa berat dan saat turun akan terasa lebih ringan. Kenapa ini bisa terjadi?

Para fisikawan mencoba mengamati kenapa fenomena ini bisa terjadi. Secara umum, fenomena ini bisa terjadi karena lift bisa menghasilkan sensasi yang bisa mengacaukan persepsi gravitasi kita.

Sederhananya, saat kita naik lift, beban akan bertumpu pada dua titik di kedua kaki. Ini yang membuat kita merasa lebih berat saat lift naik. Saat lift turun, kita akan merasakan sebaliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tergantung Makna Berat yang Dimaksud

Menurut ilmuwan, dalam konteks lift, berat yang dimaksud bisa berbeda; apakah itu titik tumpuan yang dirasakan sebagai beban atau berat badan yang dirasakan.

Seorang profesor fisika di Universitas Washington di Seattle, Miguel Morales, menjelaskan bahwa dalam fisika, berat dapat merujuk pada setidaknya tiga gagasan yang saling terkait: massa Anda (seberapa banyak materi yang membentuk tubuh Anda), gaya gravitasi yang menarik Anda, atau seberapa kuat lantai/timbangan di bawah Anda menekan ke atas.

ADVERTISEMENT

"Saat Anda hanya berdiri diam, semuanya bisa jadi hal yang sama. Tetapi begitu lift mulai mempercepat atau memperlambat, Anda mendapatkan tiga jawaban yang berbeda. Itu hanya fisika," ucapnya.

Jadi bisa dikatakan, saat naik lift, massa tubuh kita tidak berubah. Perubahan yang dirasakan yakni berkaitan dengan tekanan lantai ke tubuh karena adanya dorongan ke atas (saat lift naik).

Profesor Jason Barnes dari University of Idaho menambahkan bahwa sensasi berat atau ringan yang kita rasakan bukan karena gravitasi berubah. Hal ini terjadi karena lantai lift menekan lebih kuat atau lebih lemah tergantung percepatannya.

"Saat mulai naik, saat itulah Anda merasa lebih berat. Lift mendorong lebih keras dari biasanya untuk mempercepat Anda ke atas," ucap Barnes.

Perubahan ini terjadi setiap kali lift berhenti dan mulai bergerak lagi. Saat lift melambat di ujung perjalanan naik, percepatannya berbalik arah sehingga lantai menekan lebih lemah.

Tubuh pun terasa sedikit ringan. Saat lift turun, pola yang sama terjadi. Namun, sensasi berat bertambah saat lift mendekati dasar lantai.

Itulah sebabnya timbangan di lift seakan bermain-main dengan berat badan kita, meski massa dan gravitasi tetap sama. Fenomena sederhana ini ternyata mengajarkan kita prinsip penting dalam fisika sehari-hari.

Prinsip Fisika di Balik Lift

Fenomena di dalam lift ini berkaitan dengan prinsip penting fisika modern. Albert Einstein mengamati prinsip ini saat mengembangkan teori relativitas umum.

Prinsip ini dikenal sebagai prinsip ekuivalensi. Prinsip ini menjelaskan hubungan antara gravitasi dan percepatan. Prinsip ini menyatakan bahwa efek gravitasi dapat muncul karena percepatan.

Profesor Barnes menjelaskan bahwa manusia tidak dapat merasakan gravitasi secara langsung. Ia mengatakan bahwa tubuh hanya merasakan dorongan dari lantai sebagai berat.

Prinsip ini juga menjelaskan kondisi astronaut di luar angkasa. Astronaut tetap berada dalam tarikan gravitasi Bumi. Namun, tubuh mereka tidak merasakan berat karena tidak ada lantai yang menekan ke atas.

Di permukaan Bumi, lantai menahan tubuh agar tidak jatuh. Lantai memberi dorongan ke atas yang kita rasakan sebagai berat. Tanpa dorongan ini, tubuh terasa tanpa beban.

Pengalaman di dalam lift menunjukkan konsep besar dalam fisika. Percepatan memengaruhi berat yang kita rasakan.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads