Wilayah RI Ini Sudah Masuk Musim Kemarau pada April 2026, Cek Tempatmu!

ADVERTISEMENT

Wilayah RI Ini Sudah Masuk Musim Kemarau pada April 2026, Cek Tempatmu!

Devita Savitri - detikEdu
Senin, 06 Apr 2026 14:27 WIB
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat memantau alat meteorologi di Stasiun Meteorologi kelas III - Kemayoran, Jakarta, Senin (30/3/2026). BMKG memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal, dengan sebagian wilayah mulai
Ilustrasi. Daftar wilayah yang sudah masuk musim kemarau di April 2026. Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah Indonesia yang sudah masuk musim kemarau pada April 2026. Daftar ini diambil dari data BMKG per akhir Maret 2026.

Berdasarkan data tersebut, sebanyak 7% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan bertambah secara signifikan hingga Juni 2026 mendatang.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan pihaknya akan memantau dan menyampaikan pembaruan secara berkala. Dengan begitu, masyarakat bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan yang datang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia," kata Faisal, dikutip dari laman resmi BMKG, Senin (6/4/2026).

ADVERTISEMENT

Daftar Wilayah RI yang Sudah Masuk Kemarau 2026

Adapun daftar wilayah yang telah memasuki musim kemarau adalah:

  • Sebagian kecil Aceh
  • Sebagian kecil Sumatera Utara
  • Sebagian kecil Riau
  • Sebagian Sulawesi Tengah
  • Sebagian Sulawesi Selatan
  • Sebagian Sulawesi Tenggara
  • Sebagian kecil Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Sebagian Maluku
  • Sebagian kecil Papua Barat.

Kondisi El Nino Masih Netral, Tapi Akan Berkembang

Masih mengutip sumber yang sama, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sophaluwaka, membeberkan kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) pada akhir Maret 2026. Dijelaskannya, hingga kini ENSO dan IOD masih dalam fase netral, tapi dapat berkembang pada Juli-Desember 2026.

"Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El NiΓ±o berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50-80%, dan mencatat adanya kemungkinan kecil (kurang dari 20%) fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat," jelasnya.

BMKG juga menyoroti adanya fenomena spring predictability barrier atau penurunan drastis akurasi prediksi model cuaca dan iklim untuk ENSO. Fenomena ini terjadi saat Bumi belahan utara melewati periode musim semi (Maret, April, Mei).

Fenomena ini menyebabkan prediksi El Nino yang dirilis pada Maret-April umumnya hanya bisa digunakan selama tiga bulan. Selain itu, diperlukan ahli untuk pemahaman lebih lanjut terkait kondisi El Nino.

Hasil perkiraan intensitas El Nino akan semakin mumpuni pada bulan Mei 2026. Secara statistik, prediksi Mei memiliki keandalan yang lebih baik untuk memantau kondisi iklim hingga 6 bulan ke depan.

"Meskipun intensitas pastinya masih berkembang, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi akan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya, sebagai kontribusi juga dari variabilitas iklim alamiah yang ada di wilayah Indonesia," ungkap Ardhasena lagi.

Sebelumnya, BMKG memprediksi musim kemarau Indonesia akan datang lebih awal di sebagian wilayah. Sebanyak 325 ZOM atau sekitar 46,5 persen wilayah diperkirakan mengalami awal kemarau yang lebih cepat dari kondisi normal.

Adapun puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada Agustus mendatang di 61,4% wilayah. Dengan karakteristik lebih kering, potensi hadirnya Godzilla El Nino juga harus diperhatikan karena berpotensi memicu kekeringan ekstrem.




(det/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads