3 Tips Bijak Kelola Uang Saat Lebaran dari Pakar IPB, Pakai Pola 50-30-20

ADVERTISEMENT

3 Tips Bijak Kelola Uang Saat Lebaran dari Pakar IPB, Pakai Pola 50-30-20

Cicin Yulianti - detikEdu
Sabtu, 21 Mar 2026 10:00 WIB
Infografis cara merawat uang rupiah
Ilustrasi uang rupiah Foto: Infografis detikcom/Luthfy Syahban
Jakarta -

Lebaran memberikan berkah tersendiri bagi para pegawai. Jelang Lebaran, pegawai dengan masa kerja memenuhi syarat akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Tabungan menjadi bertambah, dan kebutuhan akan Lebaran juga bertambah. Jika tidak diimbangi dengan sikap bijak mengelola keuangan, maka bisa-bisa keuangan detikers boncos.

Dosen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Dr Wita Juwita Ermawati memberikan beberapa tips bagi detikers yang mau keuangannya aman selama Lebaran. Bagaimana caranya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cek Kondisi Keuangan

Sebelum berbelanja, Wita menyarankan agar masyarakat menghitung dahulu total pengeluaran selama Lebaran. Cek kondisi keuanganmu saat ini, apakah berlimpah atau sebaliknya kekurangan.

ADVERTISEMENT

"Penting untuk memeriksa apakah ada pos keuangan yang terganggu, tabungan yang terpakai, atau bahkan utang yang muncul," ujarnya dikutip dari laman IPB University, Jumat (20/3/2026).

Identifikasi Kebutuhan Rutin

Setelah itu, Wita mengatakan perlunya identifikasi kebutuhan sehari-hari. Klasifikasikan ke dalam kebutuhan rutin dan non-rutin.

Selain itu, lihat juga kebutuhan jangka pendek juga jangka panjang seperti biaya pendidikan, kesehatan, biaya liburan, dan semacamnya. Kemudian urutkan kebutuhan dari tingkat urgensi tertinggi.

Wira juga mengajak masyarakat agar membuat target keuangan di masa depan. Hal ini penting untuk menghindari utang jika kondisi darurat terjadi suatu hari.

Terapkan Pola 50-30-20

Secara lebih jelas, Wira memberikan tips bijak kelola keuangan selama Lebaran dengan pola 50-30-20. Pola ini berarti 50 persen pendapatan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan atau utang, dan 20 persen untuk ditabung.

Pola tersebut berlaku jika pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Namun, jika sebaliknya maka Wita menyarankan agar meninjau lagi pos pengeluaran.

Pengeluaran apa saja yang mendesak dan tidak mendesak. Jika masih kekurangan, coba untuk mencari tambahan pendapatan.

Wita yakin jika masyarakat disiplin selama Lebaran, maka keuangannya akan aman. Pintar mengelola uang selama Lebaran penting agar kondisi keuangan tetap aman setelah masa Lebaran usai.




(cyu/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads