Ilmuwan Ungkap Fakta Perahu Tertua yang Dipakai Manusia, Ada Bukti di Indonesia?

Ilmuwan Ungkap Fakta Perahu Tertua yang Dipakai Manusia, Ada Bukti di Indonesia?

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Rabu, 04 Mar 2026 05:00 WIB
Kano Pesse adalah perahu fisik tertua yang pernah ditemukan, berusia 10.000 tahun.
Foto: Museum Drents Belanda/Kano Pesse adalah perahu fisik tertua yang pernah ditemukan, berusia 10.000 tahun.
Jakarta -

Selama ini bukti fisik perahu tertua di dunia datang dari 10.000 tahun lalu. Namun baru-baru ini, ilmuwan ungkap bukti tidak langsung bahwa manusia kemungkinan sudah memakai perahu sejak 50.000 tahun lalu.

Bukti fisik perahu tertua di dunia berupa sebongkah kayu pinus sepanjang 10 meter yang diukir. Perahu tersebut diperkirakan berasal dari 8000 SM di sebuah wilayah yang kini merupakan bagian dari Belanda.

Perahu purba itu awalnya ditemukan pada 1995 oleh pekerja jalan yang sedang menggali. Perahu kemudian dinamai dengan "perahu Pesse", karena ditemukan di rawa gambut sekitar desa Pesse.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perahu Digunakan Sejak 50.000 Tahun Lalu di Australia

Profesor dan peneliti dari Departemen Arkeologi dan Sejarah Kuno di Universitas Lund, Swedia bernama Mikael Fauvelle, menyatakan bahwa manusia sudah menggunakan perahu sejak Homo sapiens menduduki Australia.

"Kami memiliki bukti kuat bahwa manusia berada di wilayah Australia modern antara 50.000 dan 65.000 tahun yang lalu," ujar Fauvelle, yang dikutip dari Live Science.

ADVERTISEMENT

Ia meyakini bahwa H. sapiens telah menggunakan beberapa jenis perahu, untuk menyeberangi lautan dan sampai ke Sahul 50.000 tahun lalu. Hal ini dibuktikan dengan studi terkait DNA yang menggunakan hampir 2.500 genom, dari penduduk Aborigin kuno dan modern di seluruh Australia dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapan populasi di luar Australia pertama kali datang ke sana.

Hasilnya menunjukkan bahwa wilayah Australia utara sudah berpenghuni sejak 60.000 tahun yang lalu. Hal ini sejalan dengan alat dan pigmen kontemporer yang ditemukan pada situs penggalian di Australia.

Sebelumnya, bukti arkeologis lainnya yang lebih kontroversial menunjukkan penggunaan perahu jauh lebih awal lagi. Di Yunani, ada penemuan alat-alat batu Paleolitik yang ditemukan di pulau Kreta, Yunani sekitar 130.000 tahun lalu.

Namun, tidak semua arkeolog sepakat dengan hasil penanggalan tersebut. Penemuan di Pulau Kreta ini dinilai tidak cukup membuktikan petualangan laut yang dilakukan manusia purba pertama kali, karena benda itu ditemukan di permukaan.

Bukti Perkakas Berusia 800.000-1,04 Juta Tahun di Indonesia

Studi pada 1998 yang dipimpin oleh arkeolog bernama Michael Morwood menemukan perkakas yang kira-kira berusia 800.000 tahun di Flores, Indonesia. Temuan itu sekaligus menyimpulkan bahwa Homo erectus mungkin menggunakan perahu untuk mencapai Flores.

Kemudian sebuah studi pada 2010, kembali menemukan perkakas di situs berbeda di Flores. Temuan itu diperkirakan berusia 1,02 juta tahun lalu, atau mungkin lebih awal dari perkiraan.

Studi serupa yang diterbitkan di jurnal Nature dengan tim yang berbeda juga mengusulkan potongan-potongan perkakas di Sulawesi itu berusia sekitar 1,04 juta tahun.

Profesor emeritus arkeologi di Universitas Brown, John Cherry, menyatakan bahwa semua studi di Indonesia menunjukkan hasil yang solid. Namun, ia memiliki hipotesis yang menunjukkan bahwa homonin mencapai Flores secara tidak sengaja.

"Pada dasarnya, sebidang tanah dengan vegetasi di atasnya terpisah dari daratan utama, kemungkinan selama banjir akibat monsun atau sungai, dan terbawa oleh arus dan angin ke laut itu sendiri," jelas Cherry.

Hipotesisnya merujuk pada studi tahun 2025 yang menunjukkan bahwa iguana, kemungkinan telah mengarungi sungai sejauh 8000 km dari Amerika Utara ke Fiji.

"Kita tahu hal itu terjadi pada ribuan spesies lain, termasuk primata seperti monyet dan lemur, jadi mengapa tidak pada manusia?" ujar Cherry.

Selain itu, homonin di Flores dan Sulawesi kemungkinan adalah H.erectus yang menurut pemahaman ortodoks terkait evolusi manusia. Paham itu menunjukkan, bahwa H.erectus tidak mampu berkomunikasi dan bersosialisasi, hingga menciptakan teknologi rumit untuk menyeberangi lautan.

Terlepas dari kapan pertama kali manusia berlayar, terdapat pertanyaan penting yaitu untuk apa mereka berlayar?

Tujuan Utama Pelayaran Manusia Purba

Fauvelle mengatakan salah satu tujuan utama dari berlayarnya manusia purba adalah mencari sumber makanan.

"Lingkungan perairan kaya akan sumber makanan. Sangat mungkin bahwa banyak percobaan awal dengan perahu di danau, sungai, atau muara bertujuan untuk memancing atau mengumpulkan sumber makanan perairan lainnya," jelas Fauvelle.

Perahu juga mungkin dijadikan media pengangkut material besar seperti bangkai hewan besar dari tempat berburu, atau untuk mengangkut batu api dan obsidian dari tambang batu. Kemungkinan lainnya yaitu seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa manusia kerap terdorong untuk menjelajahi wilayah yang belum diketahui.

"Sepanjang sejarah manusia, terdapat kecenderungan kuat untuk menjelajahi wilayah baru, dan dalam banyak kasus, penjelajahan tersebut dilakukan dengan perahu," ujar Fauvelle.

"Jika Anda pindah ke wilayah baru bersama keluarga, kemungkinan besar Anda perlu membawa banyak barang, dan kapasitas logistik perahu akan sangat mempermudah perjalanan tersebut," tuturnya.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads