Palu dari Tulang Gajah Berusia 500 Ribu Tahun, Alat Canggih Manusia Purba

ADVERTISEMENT

Palu dari Tulang Gajah Berusia 500 Ribu Tahun, Alat Canggih Manusia Purba

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Selasa, 24 Feb 2026 07:00 WIB
Artefak perkakas dari tulang gajah yang berusia setengah juta tahun
Artefak perkakas dari tulang gajah yang berusia setengah juta tahun Foto: NHM Photo Unit
Jakarta -

Sebuah penemuan luar biasa di Inggris Selatan mengungkapkan alat prasejarah tertua di Eropa yang dibuat dari tulang gajah. Alat yang berusia hampir setengah juta tahun ini menunjukkan bahwa nenek moyang manusia purba sudah memiliki kemampuan berpikir kompleks dan keterampilan teknologi yang maju.

Dilansir oleh UCL News, penelitian ini menggambarkan bagaimana Homo heidelbergensis atau awal manusia Neanderthal menggunakan tulang gajah untuk membuat dan mempertajam perkakas batu.

Tulang Gajah yang Jadi Alat Canggih di Masa Lampau

Alat bersejarah ini ditemukan di Boxgrove, dekat Chichester, Inggris, dan diperkirakan telah berusia sekitar 500.000 tahun. Bentuknya segitiga kecil seukuran telapak tangan dengan panjang 11 sentimeter dan tebal sekitar 3 sentimeter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya ditemukan pada 1990-an, alat ini baru disadari sebagai perkakas setelah dilakukan analisis terbaru dengan pemindaian 3D dan mikroskop elektron.

ADVERTISEMENT

Peneliti menemukan adanya bekas pukulan dan serpihan batu api kecil yang menempel di permukaannya, bukti tulang ini digunakan sebagai "martil lunak" atau retoucher untuk mempertajam alat batu.

Tulang gajah dipilih karena memiliki lapisan luar yang keras dan padat, menjadikannya lebih tahan lama dibanding tulang hewan lain. Para peneliti juga mencatat bahwa alat tersebut kemungkinan digunakan saat tulang masih segar, menunjukkan pemanfaatan sumber daya yang cepat dan efisien oleh manusia purba.

"Penemuan luar biasa ini menunjukkan kecerdikan dan daya cipta para leluhur kita. Mereka bukan hanya memahami bahan-bahan yang ada di sekitar mereka, tetapi juga memiliki pengetahuan yang rumit tentang cara membuat alat batu yang sangat halus." kata Simon Parfitt, penulis utama dari UCL Institute of Archaeology. .

Bukti Kecerdasan dan Ketajaman Teknologi Awal Manusia

Menurut Dr Silvia Bello dari Natural History Museum (NHM), London, alat ini menjadi bukti manusia purba sudah menunjukkan pemikiran abstrak dan kemampuan perencanaan yang maju.

"Mengumpulkan dan membentuk potongan tulang gajah, lalu menggunakannya berkali-kali untuk mengasah alat batu, menunjukkan cara berpikir kompleks dan pemahaman mendalam tentang fungsi alat," jelasnya.

Temuan ini juga memperlihatkan bagaimana kelangkaan justru memicu inovasi. Gajah purba atau mammoth jarang ditemukan di lanskap Inggris kala itu, sehingga tulangnya menjadi sumber daya berharga yang disimpan dan digunakan berulang kali.

Dengan alat seperti ini, manusia purba dapat membuat alat batu yang lebih tajam dan presisi, mempercepat aktivitas berburu atau mengolah makanan.

Meskipun alat dari tulang gajah telah ditemukan di Afrika Timur, seperti di Olduvai Gorge, Tanzania (berusia 1,5 juta tahun), temuan dari Boxgrove ini menjadi yang tertua di Eropa, jauh sebelum kemunculan manusia modern (Homo sapiens).

Penelitian ini, yang didukung oleh English Heritage, UCL, dan Calleva Foundation, menambah bukti manusia purba di Eropa sudah jauh lebih canggih daripada yang diperkirakan.

Hasil studi dalam tulisan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science Advances dengan judul "The earliest elephant-bone tool from Europe: An unexpected raw material for precision knapping of Acheulean handaxes", 21 Januari 2026.



(rhr/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads