Misteri Hilangnya Wahana Soviet Pertama di Bulan Terungkap, Dilacak Pakai AI

Misteri Hilangnya Wahana Soviet Pertama di Bulan Terungkap, Dilacak Pakai AI

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Sabtu, 14 Feb 2026 07:00 WIB
Replika Luna 9 yang dipamerkan di  Memorial Museum of Cosmonautics, Moskow, Rusia
Replika Luna 9 yang dipamerkan di Memorial Museum of Cosmonautics, Moskow, Rusia Foto: Wikimedia Common/Vadim K
Jakarta -

Lebih dari 60 tahun setelah pendaratan bersejarah Luna 9, tim ilmuwan dari Inggris dan Jepang akhirnya mendekati jawaban atas salah satu teka-teki terbesar dalam sejarah eksplorasi luar angkasa, yaitu di mana tepatnya wahana milik Uni Soviet itu mendarat.

Melalui teknologi kecerdasan buatan (AI), para peneliti menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk menelusuri permukaan Bulan dan menemukan beberapa kandidat lokasi pendaratan yang paling mungkin. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal npj Space Exploration oleh tim yang dipimpin Lewis Pinault dari University College London (UCL).

Wahana Luna 9, diluncurkan pada tahun 1966, menjadi objek buatan manusia pertama yang berhasil mendarat dengan selamat di permukaan Bulan dan mengirim foto dari dunia lain ke Bumi. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam perlombaan luar angkasa dan membuka jalan bagi misi berawak ke Bulan tiga tahun kemudian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AI Canggih Lacak Jejak Wahana yang Hilang

Selama puluhan tahun, lokasi pasti pendaratan Luna 9 tidak pernah dikonfirmasi. Koordinat awal yang diterbitkan media Soviet Pravda diyakini memiliki selisih puluhan kilometer dari posisi sebenarnya. Upaya pencarian oleh NASA Lunar Reconnaissance Orbiter Camera (LROC) sejak 2009 pun belum menemukan hasil pasti.

ADVERTISEMENT

Tim UCL kemudian mengembangkan sistem pengenalan citra bernama YOLO-ETA (You-Only-Look-Once-Extraterrestrial Artifact), algoritma berbasis computer vision yang dilatih untuk mengenali ciri-ciri khas lokasi pendaratan wahana luar angkasa.

Sistem ini awalnya diuji pada area pendaratan misi Apollo dan berhasil mengidentifikasi dengan tingkat akurasi tinggi.

Ketika YOLO-ETA diterapkan pada area berukuran 5 x 5 kilometer di sekitar koordinat yang diduga lokasi Luna 9, sistem ini mengidentifikasi beberapa titik yang menunjukkan tanda-tanda perubahan tanah akibat pendaratan wahana.

Misi India Diharap Verifikasi Temuan Ini

Langkah selanjutnya, tim berharap misi Chandrayaan-2 milik India dapat memverifikasi hasil prediksi AI tersebut. Wahana pengorbit itu dijadwalkan melintasi area target pada Maret 2026, membawa instrumen pemetaan resolusi tinggi yang mampu memotret detail permukaan Bulan dengan presisi luar biasa.

Jika salah satu lokasi kandidat yang ditemukan oleh YOLO-ETA terbukti benar, maka dunia sains bisa menandai akhir dari misteri panjang pendaratan Luna 9.

Peneliti utama berharap riset ini bukanlah sekadar menemukan artefak lama, tetapi juga bisa membuktikan bagaimana AI dapat mempercepat penemuan ilmiah.

Hasil studi dalam tulisan ini telah dipublikasikan di jurnal npj Space Exploration dengan judul "Possible identification of the Luna 9 Moon landing site using a novel machine learning algorithm", 21 Januari 2026.




(rhr/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads