Sedang mencari buku bacaan untuk menambah wawasan tentang sejarah? Atau masih bingung untuk pilih buku untuk belajar sejarah? Jangan khawatir ya detikers, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) punya rekomendasi buku sejarah yang pas untuk detikers baca.
Bukan hanya sejarah dunia, buku-buku ini sekaligus menambah pengetahuan tentang sejarah Indonesia. Salah satunya ada tokoh aktivis dan intelektual muda angkatan 1960-an, yakni Soe Hok Gie.
Nah, berikut rekomendasi 5 buku sejarah, dikutip dari akun resmi @perpusnas.go.id.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekomendasi Buku Sejarah Rekomendasi Perpusnas RI
Homo Deus
Penulis buku Homo Deus adalah orang yang sama yang menulis buku Homo Sapiens, Yuval Noah Harari. Dikutip dari Google Book, buku ini memadukan sains, sejarah, filsafat, beserta cabang ilmunya. Penulis membahas tentang manusia di masa depan yang akan tergantikan oleh mesin, dengan mengatasnamakan kebebasan dan individualisme.
Buku ini menelusuri transformasi Homo Sapiens menjadi Homo Deus, yang memunculkan pertanyaan penting tentang masa depan manusia. Mulai dari mencari arah peradaban, hingga tantangan manusia untuk melindungi bumi yang rapuh dari kekuatan manusia itu sendiri.
Habis Gelap Terbitlah Terang
Buku ini merupakan kumpulan surat-surat RA Kartini yang dikirimkan kepada teman-temannya di Belanda, termasuk sahabatnya Stella Zeehandelaar dan Abendanon. Dikutip dari detikJateng, surat-surat Kartini mengungkapkan keinginannya untuk bersekolah yang saat itu ditentang oleh tradisi masyarakat yang berlaku.
Pada zaman itu kaum perempuan yang berpendidikan akan dianggap menyaingi orang Belanda. Namun, kegigihan Kartini memperjuangkan hak wanita untuk bersekolah pada masa itu, akhirnya membuahkan hasil lewat sekolah Kartini yang ia dirikan. Perjuangannya inilah yang menjadikan Kartini sebagai sosok wanita berpengaruh di Indonesia.
The Lands West of the Lakes
Buku ini ditulis oleh seorang ahli Asia Tenggara, Dr Stephen C Druce yang menetap lama di Makassar, Sulawesi Selatan. Penulis membahas sejarah Kerajaan Ajatappareng dari 1200-1600 Masehi.
Dikutip dari amazon.com.au, karya ini mengeksplorasi kebangkitan dan perkembangan lima kerajaan Sulawesi Selatan, yang secara kolektif dikenal sebagai Ajatappareng (Tanah di Sebelah Barat Danau).
Ratu Adil, Ramalan Jayabaya, dan Sejarah Perlawanan Wong Cilik
Buku karya Sindhunata ini menceritakan pergulatan dan perlawanan wong cilik atau masyarakat biasa. Ramalan Ratu Adil yang diyakini berasal dari Raja Jayabaya dianggap sebagai harapan rakyat kecil untuk lepas dari penderitaan dan ketidakadilan.
Dikutip dari Perpustakaan Kemendagri, yang dimaksud Ratu Adil adalah kesadaran yang lahir dari penderitaan dengan harapan untuk bebas. Jelasnya, buku ini mengisahkan rakyat kecil yang terdorong untuk keluar dari belenggu penderitaan yang tak tertanggungkan lagi.
Catatan Seorang Demonstran
Buku yang tulis oleh Soe Hok Gie merupakan kumpulan catatan harian pribadinya sebagai seorang aktivis, intelektual muda, dan mahasiswa Fakultas Sastra di Universitas Indonesia (UI). Dikutip dari Perpustakaan Digital Bawaslu, catatan ini dimulai dari tanggal 4 Maret 1957 sampai 8 Desember 1969, tepat sehari sebelum ia tutup usia saat mendaki Gunung Semeru.
Bukan hanya politik, buku ini juga mengulas sisi humanis Gie sebagai pecinta alam, resah terhadap kematian, dan pergulatan emosional sebagai seorang yang hidup di tengah pergolakan negeri ini.
Nah, itu dia lima rekomendasi buku Perpusnas RI yang bisa detikers baca. Tertarik untuk membaca yang mana detikers?
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(sls/faz)











































