Ratusan tahun silam, masyarakat Sunda tercatat telah memiliki kamus Melayu-Sunda yang disusun oleh Bupati Cianjur ke-10, Raden Aria (RA) Adipati Kusumaningrat. Naskah kamus berusia sekitar satu setengah abad tersebut hingga kini belum pernah diterbitkan dalam bentuk cetakan.
Meski jarang disorot, kamus ini menyimpan nilai historis penting sebagai bukti kecakapan linguistik masyarakat Sunda pada masanya. Keberadaannya pun terbilang langka karena hanya tersisa satu manuskrip yang saat ini disimpan dan dirawat oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Sejumlah fakta menarik terkait kamus tua tersebut diungkap oleh dosen sekaligus peneliti Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Munawar Holil. Temuan itu ia bagikan melalui akun Instagram pribadinya, @kangmumu2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut fakta-fakta unik dari kamus Melayu-Sunda tertua karya RA Adipati Kusumaningrat:
1. Berusia lebih dari 150 Tahun
Manuskrip kuno disusun dalam tahapan-tahapan terkait bagaimana orang sunda mendefinisikan dan mendeskripsikan bahasanya sendiri. Kamus ini ditandatangani oleh penulisnya RAA Kusumaningrat atau dikenal Kanjeng Pancaniti di Cianjur pada tanggal 26 Desember 1857.
2. Koleksi Manuskrip Perpustakaan Nasional
Kamus Sunda tertua itu termasuk dalam koleksi manuskrip di Perpusnas RI dengan kode koleksi SD 2. Meski belum sekalipun dicetak, dokumen asli kamus ini masih terjaga setiap bagiannya, sebagai bukti sejarah.
3. Awalnya Ditujukan sebagai Sayembara
Hasil karya bupati Cianjur ke-10 ini ternyata dulunya dibuat untuk mengikuti sayembara yang diselenggarakan oleh Batavia Genootschap. Namun, karya linguistik tersebut dikalahkan oleh karya Jonathan Rigg yang menerbitkan kamus Sunda-Inggris. Hal ini disampaikan oleh Peneliti Naskah Nusantara Perpusnas RI, Dr Aditia Gunawan, MA.
Baca juga: Bisakah Sebuah Kata Dihapus dari KBBI? |
4. Kamus yang Disusun secara Tematis
Aditia juga menyampaikan bahwa kamus Melayu-Sunda tertua ini disusun secara tematis yang menampilkan pasal-pasal yang terdiri dari 173 pasal.
"Kalau kita mengerti kamus-kamus sekarang disusun secara alfabetis, sedangkan kamus ini disusun secara tematis. Misalnya ada pasal-pasal tentang anggota badan, tentang bagian rumah, itu ada 173 pasal yang menjelaskan tentang tema itu. Di depannya kan Pancaniti mencantumkan usak usuk (tingkatan) bahasa, yang berlaku pada zaman itu," jelas Aditia.
5. Kamus Bahasa yang Sudah Terklasifikasi
Bahasa kawi yang tercantum dalam kamus tersebut, pada masa itu dianggap sebagai bahasa halus. Hal ini membuktikan jika kamus Sunda tertua itu sudah mengklasifikasikan usak-usuk atau tingkatan bahasa sejak dahulu.
6. Perspektif Asli Orang Sunda terhadap Bahasanya Sendiri
Aditia menjelaskan bahwa wacana kesundaan itu dibentuk oleh para sarjana Belanda, dan adanya karya ini menunjukkan kemampuan pribumi melihat dan mengkonsepsikan bahasanya sendiri. Maka dari itu ia menyebut karya bersejarah ini merupakan benda yang berharga.
"Uniknya lagi, ini naskah autograf, yang berarti naskah ini ditulis langsung oleh Raden Aria Kusumaningrat. Cirinya ada titimangsa dan tanda tangan beliau dengan Aksara Arab yang dibaca Aria Kusumaningrat dan ditulis dengan tinta emas," jelasnya.
Demikian fakta menarik dari kamus Sunda tertua di dunia yang ditulis langsung oleh orang Sunda untuk pertama kalinya. Jadi, apakah detikers tertarik untuk membacanya?
(sls/pal)











































