Para ilmuwan telah mengetahui sejak lama bahwa seiring bertambahnya usia, otak jadi lebih rentan mengalami hilang ingatan, demensia, hingga Alzheimer. Namun ternyata, kebiasaan sehat bisa membuat penuaan otak berjalan lebih lambat. Tidur cukup termasuk?
Dalam studi terbaru dari Universitas Florida yang terbit di jurnal Brain Communications pada 11 September 2025, peneliti mengatakan bahwa penuaan otak tidak berjalan selaras dengan bertambahnya usia seseorang. Dalam banyak kasus, seseorang berusia 65 tahun bisa jadi memiliki usia otak sepuluh tahun lebih muda atau sebaliknya.
Studi menyebutkan bahwa kebiasaan seperti mendapatkan tidur yang berkualitas turut memengaruhi otak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Kondisi) ini adalah hal-hal yang dapat dikendalikan oleh orang-orang sampai batas tertentu," kata Jared Tanner , Ph.D., seorang profesor riset di Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Profesi Kesehatan di Universitas Florida, dikutip dari laman resmi kampus.
Stres dan Penyakit Kronis Bisa Mempercepat Penuaan Otak
Untuk mengetahui bagaimana gaya hidup berpengaruh terhadap otak, para peneliti menganalisis 128 orang dewasa paruh baya dan lanjut usia. Para peserta tersebut mayoritas pengidap muskuloskeletal kronis, yang berisiko terkena osteoartritis lutut selama 2 tahun.
Seluruh peserta menjalani pemindaian MRI yang dianalisis dengan learning system, kemudian tim peneliti membandingkan 'usia otak' para peserta dengan usia kronologis sebenarnya. Selisih dari kedua usia tersebut yang nantinya menentukan kesehatan otak mereka secara keseluruhan.
Hasilnya, ditemukan bahwa stres, penyakit kronis, pendidikan rendah, pendapatan rendah hingga risiko sosial diduga mempercepat penuaan otak. Dalam hal ini peneliti menemukan apa yang disebut dengan faktor pelindung penuaan otak.
Dengan adanya faktor pelindung, penuaan otak bisa berjalan lebih lambat atau prosesnya melemah. Lantas apa saja faktor yang bisa memperlambat penuaan otak?
5 Gaya Hidup Sehat yang Bisa Memperlambat Penuaan Otak
Menurut peneliti, ada lima gaya hidup yang bisa menjadi faktor pelindung yang memperlambat penuaan 'usia otak', yaitu:
1. Kualitas tidur yang baik
2. Berat badan ideal
3. Pengelolaan stres yang baik
4. Tidak merokok
5. Berada dalam hubungan sosial yang sehat.
Profesor madya di Fakultas Kedokteran Universitas Florida, Kimberly Sibille , Ph D, mengatakan bahwa gaya hidup yang lebih sehat tidak hanya berkaitan dengan risiko penyakit yang lebih rendah. Namun, bisa membuat fisik lebih baik dan organ lainnya.
Meskipun penelitian ini berfokus pada orang yang hidup dengan nyeri kronis, kemungkinan faktor-faktor seperti tingkat stres yang rendah, dukungan sosial, dan kualitas tidur yang baik juga berperan dalam memperlambat penuaan otak pada populasi lain.
"Secara harfiah, untuk setiap faktor tambahan yang meningkatkan kesehatan, ada beberapa bukti manfaat neurobiologis," kata Sibille.
"Temuan kami mendukung semakin banyaknya bukti bahwa gaya hidup adalah obat," pungkasnya.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(faz/faz)











































