Angin Puting Beliung Terjang Bandara Juanda Jatim, BMKG Ungkap Penyebabnya

ADVERTISEMENT

Angin Puting Beliung Terjang Bandara Juanda Jatim, BMKG Ungkap Penyebabnya

Tim detikcom - detikEdu
Jumat, 09 Jan 2026 18:30 WIB
Angin Puting Beliung Terjang Bandara Juanda Jatim, BMKG Ungkap Penyebabnya
Dasar Awan Cumulonimbus di atas Bandara Juanda sebelum terjadinya puting beliung. (Foto: Istimewa/Instagram @infobmkgjuanda)
Jakarta -

Angin puting beliung menerjang kawasan Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Kamis (8/1/2026). BMKG menegaskan, fenomena ini masih mengintai hampir seluruh wilayah Jatim hingga akhir musim penghujan.

Diketahui, fenomena angin puting beliung di BandaraJuanda dipicu oleh awan cumulonimbus berukuran besar. Awan tersebut kemudian memicu perputaran angin dengan kecepatan tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prakirawan BMKG Juanda Randy Irawadi mengatakan, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dengan durasi 10 menit. Berdasarkan pantauan Early Warning System (EWS) BMKG Juanda, terdapat kemunculan awan cumulonimbus yang cukup besar di area runway Bandara.

Angin puting beliung lalu mulai terbentuk di sekitar Pertamina, kemudian bergerak ke sisi timur menuju Kargo, perkantoran Angkasa Pura, Terminal T1 Bandara Juanda, hingga sekitar tambak di ujung runway, wilayah Sedati.

ADVERTISEMENT

Randy mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah menyampaikan informasi bahwa terdapat potensi terjadinya cuaca ekstrem di sekitar bandara.

"Biasanya kita sebutkan hujan deras disertai angin kencang sebagai bentuk peringatan dini," ujar Randy dalam detikJatim, dikutip Jumat (9/1/2026).

Angin Puting Beliung Tak Akan Melewati Lokasi yang Sama Dua Kali

Kendati demikian, rendah kemungkinan angin puting beliung akan melewati lokasi yang sama dua kali. Hal ini berdasarkan kutipan Randy dari jurnal ilmiah. Namun, ia juga menyebut Jawa Timur masih dalam potensi mengalami fenomena serupa.

"Lokasinya tidak hanya di bandara saja. Hampir di seluruh wilayah Jawa Timur masih berpotensi dilanda angin puting beliung hingga akhir musim penghujan," kata Randy.

Randy mengingatkan masyarakat untuk menghindari daerah lintasan angin puting beliung. Kemudian apabila melihat awan cumulonimbus dan disusul dengan perputaran angin, harap menghindari lokasi tersebut.

"Biasanya perputaran angin bisa dilihat dari atau atau bawah, itu sudah kelihatan," ujar Randy.

Hindari Lokasi Bangunan yang Rapuh

Selain itu, Randy juga menyampaikan agar masyarakat menghindari lokasi bangunan yang tidak kuat seperti bangunan yang sudah tidak utuh, dinding yang sudah rapuh, atau yang memiliki atap tidak permanen seperti seng.

Masyarakat juga diminta menghindari dan tidak berlindung di sekitar pohon-pohon yang sudah besar tetapi kondisinya sudah tidak bagus. Sebab, kecepatan angin kencang atau angin puting beliung bisa mencapai 50 knot atau sekitar 90 km per jam.

"Kecepatan itu bisa merobohkan atau mengangkat atap-atap yang tidak permanen," ujar Randy.

Angin puting beliung di Bandara Juanda diketahui memiliki kecepatan hingga 85 km/jam. Fenomena tersebut menumbangkan beberapa pohon.

Kendati demikian, General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, memastikan seluruh fasilitas terminal dan area sisi udara dalam kondisi aman pascakejadian tersebut. Ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Sesaat setelah kejadian, tim bandara langsung melakukan penanganan dan pembersihan di lokasi agar aktivitas dapat kembali normal. Meski demikian, Tohir mengungkapkan peristiwa tersebut sempat memengaruhi operasional penerbangan.

Tercatat ada tiga penerbangan yang melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandara Ahmad Yani Semarang.

"Terdapat tiga penerbangan yang melakukan divert ke Semarang. Namun secara umum, operasional dan pelayanan bandara tetap berjalan normal," ungkapnya dalam detikJatim, Jumat (9/1/2026).




(nir/faz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads