Surah Al Ashr dan Artinya, Ingatkan Manusia soal Ini

Kristina - detikEdu
Sabtu, 13 Agu 2022 07:00 WIB
Al-quran
Ilustrasi Al-Qur'an surah Al Ashr. Foto: Getty Images/iStockphoto/Husam Cakaloglu
Jakarta -

Surah Al Ashr adalah surah ke-103 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 3 ayat. Para ulama tafsir mengatakan, surah ini mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu untuk hal-hal yang bermanfaat.

Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam kitab tafsirnya, Al Ashr artinya zaman atau masa di mana Bani Adam melakukan perbuatan baik dan buruk. Kata ini disebutkan dalam ayat pertama sebagai sumpah-Nya.

Lebih lanjut Ibnu Katsir menjelaskan, Allah SWT bersumpah dengan menyebutkan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman hatinya dan anggota tubuhnya mengerjakan amal-amal yang saleh.

Senada dengan itu, M. Quraish Shihab mengatakan dalam Tafsir Al-Lubab, melalui surah Al Ashr ini, Allah SWT memperingatkan tentang pentingnya waktu dan bagaimana seharusnya diisi, yakni dengan amal yang bermanfaat.

Berikut bacaan surah Al Ashr dan artinya ayat 1-3, termasuk tulisan Arab dan latinnya.

Surah Al Ashr dan Artinya Ayat 1-3

وَالْعَصْرِۙ ١

wal-'aṣr
1. Demi masa,

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ٢

innal-insāna lafī khusr
2. sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian,

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ ٣

illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr

3. kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

Hikmah dari Surah Al Ashr

M. Quraish Shihab menyebutkan sejumlah pelajaran atau hikmah yang dapat dipetik dari ayat 1-3 surah Al Ashr. Berikut di antaranya:

1. Waktu adalah modal utama manusia, apabila waktu tidak diisi dengan kegiatan yang positif, maka ia akan berlalu begitu saja. Dalam hal ini, Sayyidina Ali pernah berkata, "Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan diperoleh lebih dari itu di hari esok, tetapi waktu yang berlalu tidak mungkin dapat diharapkan kembali esok."

2. Waktu bersifat netral. M. Quraish Shihab menjelaskan, tidak ada waktu sial atau waktu mujur. Dalam hal ini, yang berpengaruh adalah kebaikan dan keburukan usaha seseorang.

3. Saling berwasiat (menasihati) menyangkut kebenaran. Sebagaimana tertuang dalam ayat ke-3.

Pentingnya waktu sebagaimana terkandung dalam surah Al Ashr ini turut diingatkan oleh seorang sufi bernama Robi'ah Al Adawiyah saat menasehati Sofyan Ats Tsauri dalam Kitab Shifatush Shofwah.

"Sesungguhnya engkau bagaikan hari yang dapat dihitung. Jika satu hari berlalu, maka sebagian darimu juga akan pergi. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, namun engkau merasa seluruh yang ada padamu ikut pergi. Oleh karena itu, beramallah," tulis kitab tersebut.



Simak Video "Innalillahi, Ustazah di Tebet Meninggal Saat Baca Al-Quran"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia