Bantuan Pembangunan-Rehab Masjid & Musala dari Kemenag: Syarat, Cara Ajuan, Besaran

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 19 Jun 2022 14:00 WIB
Kepala Kanwil Kemenag Jateng Mustain Ahmad menyerahkan bantuan kepada panitia pembangunan Masjid Al-Fatah di Dusun Kowang, Ngargotirto, Sumberlawang, Selasa (5/4/2022).
Ilustrasi bantuan masjid/musala dari Kemenag. Foto: dok. Kanwil Kemenag Jateng
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) RI memiliki program bantuan pembangunan masjid dan musala. Informasi program tersebut dapat dilihat melalui portal SIMAS (Sistem Informasi Masjid).

Beberapa waktu lalu, program ini baru saja dibuka dalam periode 13-27 Mei 2022. Namun berdasarkan pantauan detikedu saat ini, permohonan bantuan masih belum dibuka kembali.

"Mohon maaf, untuk saat ini permohonan bantuan dana Masjid/Mushalla belum dapat kami buka. Informasi lebih lanjut silakan hubungi kami melalui form Kontak Kami," bunyi imbauan dalam laman SIMAS.

Walau begitu, tak ada salahnya kaum muslimin untuk mengetahui apa saja syarat, bagaimana cara pengajuan, dan berapa besaran yang didapat dari program ini. Sehingga, nantinya bisa lebih memahami alur mengajukan jika kembali dibuka.

Syarat Pengajuan Bantuan Pembangunan-Rehab Masjid/Musala

Dalam Keputusan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 224/2022 tentang Juknis Penyaluran Bantuan Pembangunan, Rehabilitasi, dan Operasional Masjid dan Musala diuraikan beberapa syarat masjid atau musala yang dapat diajukan ke dalam bantuan ini, yaitu:

  • Terdaftar dalam SIMAS Kemenag
  • Terdapat rekening bank atas nama masjid/musala
  • Mengajukan proposal kepada Menteri Agama (Menag) RI
  • Surat rekomendasi pada SIMAS yang dikeluarkan kantor Kemenag setempat.

Cara Pengajuan Bantuan Pembangunan-Rehab Masjid/Musala

Pengajuan permohonan ini bisa dilakukan melalui link https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan. Adapun caranya adalah:

  • Pemohon datang ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan atau kantor Kemenag kabupaten/kota terdekat sesuai lokasi masjid/musala, sekaligus membawa proposal permohonan.
  • Pemohon mengajukan pendaftaran pada portal SIMAS.
  • Kantor Urusan Agama tingkat kecamatan atau kantor Kemenag kabupaten/kota memberikan rekomendasi pengajuan.
  • Buka https://simas.kemenag.go.id, lalu klik Permohonan Bantuan Dana.
  • Isi lokasi masjid/musala dan masukkan nomor ID masjid yang terdiri dari 15 digit angka.
  • Klik simbol pencarian yang berbentuk kaca pembesar.
  • Isi data takmir/pengurus, email dan nomor telepon harus aktif.
  • Isi data permohonan bantuan dan akun rekening atas nama masjid/musala, lalu klik Lanjut.
  • Unggah dokumen proposal dengan cara klik Choose File.
  • Klik kotak konfirmasi.
  • Isi kode pengamanan dan klik Kirim Data Permohonan.
  • Catat nomor dokumen permohonan.
  • Klik Unduh Bukti Permohonan Bantuan.
  • Pengajuan bantuan sudah selesai, tetapi perkembangannya bisa dicek di bagian beranda portal SIMAS di menu Cek Status Bantuan Dana. Hal ini juga bisa dilakukan melalui https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan/cekstatus

Besaran Dana Bantuan Pembangunan-Rehab Masjid/Musala

  • Masjid: Rp 50 juta sampai Rp 1 miliar
  • Musala: Rp 35 juta sampai Rp 100 juta
  • Dana bantuan masjid/musala pascabencana disesuaikan dengan usulan kantor Kemenag setempat.

Sebagai informasi, saat ini jumlah seluruh masjid di Indonesia yang tercatat dalam data SIMAS, tak terkecuali masjid negara, jami, bersejarah, serta publik adalah 292.829 bangunan. Sementara, jumlah total musala seluruhnya 354.614 bangunan.



Simak Video "Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia