Cerita Gus Yahya, Kerja Marathon Vaksinasi Booster PBNU Tembus 1,3 Juta Peserta

Erwin Dariyanto - detikEdu
Jumat, 22 Apr 2022 05:59 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Menag Gus Yaqut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Ketum PBNU Gus Yahya saat vaksin booster di PBNU (Foto: Dok Polri)
Jakarta -

Program vaksinasi booster yang dilaksanakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Kepolisian RI dan Kementerian Agama diikuti oleh 1,3 juta orang. Angka ini melebihi dari yang ditargetkan di awal yakni sebesar 1 juta orang.

Padahal menurut Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), program ini baru dirancang sepekan sebelumnya saat dia bertemu dengan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo. "Alhamdulillah ini kerja yang luar biasa, saya baru ketemu Bapak Kapolri hari Jumat malam minggu lalu. Setelah itu kita lakukan koordinasi maraton. Dan alhamdulillah minat masyarakat luar biasa," kata Gus Yahya saat memberikan sambutan launching 1 juta vaksin di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (21/4/2022) kemarin.

Menurut Gus Yahya, program 1 juta vaksinasi booster ini dilaksanakan serentak di seluruh kantor-kantor PWNU, PCNU, serta di kantor kementerian agama, kantor kepolisian, juga di kantor lembaga pendidikan maupun pesantren yang ditunjuk.

Bahkan ada beberapa lokasi vaksin yang dilaksanakan di gereja-gereja. "Ini bukti bahwa antusiasme program ini sangat luar biasa. Di kantor PBNU saja jumlah peserta vaksin lebih dari seribu. Melebihi target," kata Gus Yahya.

Selain antusias masyarakat yang ikut vaksin booster, banyak warga yang secara bergotong-royong memberikan dukungan dalam bentuk aneka bingkisan dan doorprize. "Ada yang sampai tanya undian doorprize itu apakah tidak judi. Saya sampaikan tidak semua undian itu judi. Judi itu kalau ada taruhan," kata Gus Yahya.

Gus Yahya mengatakan program vaksin booster ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya PBNU membantu masyarakat agar nyaman dan merasa aman saat mudik lebaran 2022. "Mari kita jaga jangan sampai kebahagiaan kita saat mudik tidak menjaga dari resiko pandemi," kata Gus Yahya:

Secara khusus, Gus Yahya menyampaikan terimakasih kepada pemerintah khususnya kepolisian yang telah mengizinkan kembali masyarakat menggelar mudik lebaran. "Terimakasih Bapak Presiden. Terima kasih Bapak Kapolri, dan pemerintah yang telah membuka kesempatan mudik lagi. Mari kita jaga bersama jangan sampai mudik mencelakakan keluarga di rumah. Mari kita vaksin. Kajian bahtsul masail PBNU vaksinasi siang hari di bulan Ramadhan tidak membatalkan puasa," ujarnya.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang hadir dalam Launching 1 Juta vaksin PBNU menjelaskan bahwa tujuan utama vaksinasi booster jelang lebaran kali ini untuk melindungi pemudik dan keluarga pemudik yang ada di daerah. "Terimakasih PBNU, Terimakasih Pak Kapolri serta masyarakat yang mau ikut serta dalam program 1 juta booster ini," kata Gus Yaqut.

Senada dengan Gus Yaqut dan Gus Yahya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan dengan vaksinasi ini maka ancaman laju peningkatan Covid paskalebaran bisa ditekan.

"Covid-19 belum selesai, sekarang bagaimana kita maksimalkan vaksinasi. Sebelum Ramadhan target 1 juta bisa, setelah Ramadhan turun, dan sekarang kita tembus 1.300.000. Ini berkat bantuan semuanya bantuan dari PBNU," kata Kapolri.



Simak Video "TRANS7 Bagikan Santunan untuk 150 Dhuafa dan Anak Yatim"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia