Pengertian Energi Mekanik, Kinetik, dan Potensial serta Contoh-contohnya

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 08 Des 2021 15:30 WIB
Blackboard full of equations (quantum, relativty....)
Foto: Getty Images/virtualphoto
Jakarta -

Energi terdiri menjadi berbagai jenis, ada dari energi cahaya, kimia, listrik, dan sebagainya. Dikutip dari buku IPA Fisika Jilid 2 untuk SMP dan MTS Kelas VIII karya Mikrajuddin Abdullah, manusia tidak pernah berhasil membuat alat yang menghasilkan energi. Tetapi, manusia hanya bisa menciptakan mesin yang dapat mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Energi hanya bisa diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Inilah yang disebut dengan hukum kekekalan energi.

Dalam fisika, ada salah satu cabang ilmu mekanika. Cabang ilmu ini mempelajari gerak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa energi mekanik adalah energi yang dimiliki oleh benda karena sifat geraknya. Energi mekanik ini terbagi menjadi dua, yaitu potensial dan kinetik.

Energi Potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh benda karena posisinya terhadap suatu acuan. Contoh energi potensial adalah, batu yang diletakkan di pinggir meja punya energi potensial yang berbeda dengan batu yang diletakkan di lantai.

Apabila diberi gaya, batu tersebut akan jatuh. Batu yang jatuh itu mempunyai energi. Artinya, batu dapat melakukan pekerjaan.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa energi potensial adalah energi yang tersimpan di dalam sebuah benda karena posisinya terhadap acuan tertentu.

Energi potensial juga terbagi menjadi dua, yaitu energi potensial gravitasi dan energi potensial elastis. Seperti ini pemaparannya:

1. Energi potensial gravitasi adalah energi yang dimiliki benda karena ketinggiannya atas suatu bidang datar sebagai acuan, seperti lantai atau tanah.

2. Energi potensial elastis adalah energi yang terdapat di benda-benda bersifat elastis, seperti karet, pegas, dan busur panah. Energi potensial elastis ini disebabkan kecenderungan benda untuk berada di posisinya yang semula.

Misalnya, busur panah yang belum digunakan akan memiliki energi potensial nol. Tetapi, ketika ditarik, busur panah ini akan memiliki energi potensial karena kecenderungan anak panah kembali ke posisi semula.

Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dipunyai benda karena geraknya. Semakin tinggi kecepatan benda bergerak, maka semakin besar pula energi yang dimilikinya.

Misalnya, ada sebuah batu yang dijatuhkan dari atas meja ke arah gelas di bawahnya. Saat gelas itu masih di atas meja, maka energi potensialnya besar.

Kemudian, sesaat sebelum batu itu mengenai gelas, energi potensialnya mendekati nol. Tetapi, semakin menuju ke bawah energi geraknya juga semakin besar. Energi gerak inilah yang membuat gelas menjadi pecah.

Itulah penjelasan energi mekanik, potensial, dan elastis. Semoga membantu, detikers!



Simak Video "Jokowi: Kalau Produk Tidak Energi Hijau, Bagaimana Kita Bisa Ekspor?"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia