Mushola Waladuna 'Korban' Banjir Rob Jakarta, Bagaimana Nasibnya?

Rosmha Widiyani - detikEdu
Rabu, 08 Des 2021 13:15 WIB
Mushola Waladuna di Muara Baru, Jakarta Utara, tidak terpakai karena terendam air laut. Penurunan permukaan tanah di Jakarta terus terjadi dan membuat air laut naik.
Mushola Waladuna 'korban' dan saksi banjir rob Jakarta. Foto: Pradita Utama
Jakarta - Banjir rob kembali terjadi di Jakarta pada Senin (6/12/2021). Ada beragam saksi yang bisa menceritakan peristiwa intrusi air laut ini. Salah satunya Mushola Waladuna yang terletak di Muara Baru, Jakarta Utara.

Arsip berita detikcom menyatakan, Mushola Waladuna berdiri pada 26 Desember 1996. Tempat ibadah ini diresmikan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Sunda Kelapa/Kalibaru. Plakat dalam mushola menyatakan, masjid diresmikan kepala cabang BUMN tersebut.

Sayangnya sejak 2000, Mushola Waladuna menjadi 'korban' banjir rob Jakarta. Hingga saat ini, Mushola Waladuna telah resmi tergenang selama 21 tahun. Akibatnya mushola tak bisa lagi berfungsi sebagai rumah ibadah bagi para muslim.

Dalam arsip foto detikcom, terlihat air menggenangi bagian dalam dan luar Mushola Waladuna. Tembok mushola yang didominasi warna putih kotor akibat coretan vandalisme dan lumut. Selain itu, sampah terlihat hampir di seluruh sudut mushola.

Banjir rob mengakibatkan mushola tak lagi terlihat sebagai rumah ibadah. Namun ciri utama masih bisa dikenali melalui bentuk atap yang khas digunakan mushola atau masjid. Selain itu, hampir seluruh kaca dan atap mushola tak lagi berada di tempatnya.

Tembok mushola yang masih tegak berdiri kini menjadi sarana bagi anak atau warga sekitar. Mereka bermain, mengambil gambar, atau mencari ikan di area sekitar Mushola Waladuna yang jadi 'korban' banjir rob Jakarta.

Apa itu banjir rob?

Mushola Waladuna hanya sebagian dari saksi dan korban banjir rob Jakarta. Dikutip dari situs Pantau Banjir Jakarta, banjir rob biasa terjadi di wilayah pesisir atau tepi laut Jakarta. Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya banjir rob.

"Kini, di samping karena pasangnya air laut, penurunan muka tanah di utara Jakarta juga mempengaruhi meningkatnya banjir rob," tulis situs tersebut dikutip detikcom pada Rabu (8/12/2021).

Secara umum, banjir rob atau banjir pasang surut air laut adalah pola fluktuasi muka air laut yang dipengaruhi berbagai faktor. Yaitu gaya tarik benda-benda angkasa, kenaikan muka air laut yang disebabkan pasang surut, faktor eksternal, dan manusia.

Aktivitas manusia yang menyebabkan banjir rob adalah pemompaan air tanah berlebihan, pengerukan alur pelayaran, dan reklamasi pantai. Eksploitasi lahan pesisir yang menyebabkan penurunan muka air tanah dan amblesnya daratan, juga bisa mengakibakan banjir rob.

Penurunan muka tanah sempat disinggung Pakar tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna. Pasalnya, banjir rob sudah diantisipasi dengan penahan air laut namun masih juga terjadi. Kondisi ini tentu menimbulkan tanda tanya.

Yayat menyarankan pemerintah melakukan kajian terkait kondisi daratan dan lautan Jakarta. Kajian bisa menjadi bahan pengambilan keputusan penanganan banjir rob, termasuk jika terkait dengan penurunan muka tanah.

Simak Video "Banjir Rob Terjang Lodan Dalam Jakut, 900 KK Terdampak"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia