'Setiap yang Berjiwa Pasti Alami Kematian', Satu Pesan Allah SWT dalam Quran

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Selasa, 07 Des 2021 06:00 WIB
Kegiatan ziarah di TPU wilayah Jabodetabek ditiadakan sejak Rabu (12/5) hingga 16 Mei mendatang. Kondisi TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sepi dari peziarah.
Ilustrasi kematian/Allah SWT berfirman, 'Setiap jiwa pasti akan mati,' terdapat dalam surat Ali Imran ayat 185. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Tiap ayat yang diturunkan Allah SWT mengandung pesan masing-masing yang perlu dibawa rasulNya untuk para umat. Salah satunya Allah SWT berfirman tentang tiap makhluk yang berjiwa akan menemui kematian dalam surat Ali Imran ayat 185. Berikut bacaannya,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Bacaan latin: Kullu nafsin żā`iqatul maụt, wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah, fa man zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhilal-jannata fa qad fāz, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurụr

Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."

Berdasarkan tafsir dari Al Quran Kementerian Agama (Kemenag), salah satu pesan yang terkandung dalam ayat di atas yaitu, setiap makhluk hidup yang bernyawa akan merasakan kematian.

Artinya, tiap manusia memiliki masanya yang telah ditakdirkan masing-masing dalam Lauh Mahfudz. Sebab itu, takdir kematian tersebut tidak akan mengenal usia muda atau pun tua, tidak pula mengenal jenis kelamin baik perempuan maupun laki-laki.

Ayat 185 ini juga mengandung pesan agar umat muslim dapat mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk segala yang akan mereka hadapi di akhirat kelak. Umat muslim yang mampu mengaplikasikan pesan inilah yang disebut sebagai mukmin cerdas dalam salah satu sabda Rasulullah SAW.

Dari Ibnu 'Umar, ia berkata,

كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».

Artinya: Aku pernah bersama Rasulullah SAW, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya,

'"Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?"

Beliau bersabda, "Yang paling baik akhlaknya."

"Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?" ia kembali bertanya.

Beliau bersabda, "Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas." (HR Ibnu Majah).

Selain itu, keutamaan mengingat kematian akan membantu melapangkan kehidupan seseorang di tengah kesempitannya. Rasulullah SAW bersabda.

أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه

Artinya: "Sering-seringlah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian, karena tidaklah seseorang mengingatnya dalam kesempitan hidup melainkan akan melapangkannya dan tidaklah seseorang mengingatnya dalam keleluasaan hidup melainkan akan mempersempitnya." (HR. Baihaqi, Ibnu Hibban dan Bazzar, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami', hadist nomor 1222).

Semoga dengan memahami firman Allah SWT terkait makhluk hidup ciptaanNya yang akan menemui kematian dalam surat Ali Imran ini, dapat memotivasi kita semua untuk mempersiapkan diri di hari akhir kelak. Aamiin.

Simak Video "Melihat Madrasah di Afghanistan di Bawah Kepemimpinan Taliban"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia