Masa Kejayaan Bani Umayyah, Jalan Raya dan Rumah Sakit Dibangun

Rosmha Widiyani - detikEdu
Kamis, 02 Des 2021 17:30 WIB
Masjid Agung Damaskus, Masjid terbesar Bani Umayyah
Masjid Agung Damaskus yang termasuk simbol kejayaan Bani Umayyah. Foto: Ensiklopedia Britannica
Jakarta - Bani Umayyah punya peran besar dalam penyebaran dan perkembangan sejarah Islam. Dikutip dari buku Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah karya Prof. Dr. Abdussyafi Muhammad Abdul Lathif, masa kejayaan Bani Umayyah terjadi pada dua periode pemerintahan.

Keduanya adalah saat Bani Umayyah dipimpin Al Walid bin Abdul Malik (89-96 H)/(705-715 M) dan Umar bin Abdul Aziz (99-101 H)/(717-720 M). Sejumlah sarana pelayanan, masjid, dan efektivitas pemerintahan serta pajak dilakukan untuk masyarakat.

"Era Al-Walid bin Abdul Malik merupakan masa kemakmuran dan kemakian gemilang. Rakyatnya menikmati ketenangan, stabilitas keamanan, dan ekonomi pembangunan. Sedangkan Umar bin Abdul Aziz adalah mutiara di kening Dinasti Umayyah," tulis buku tersebut.

Setiap era memiliki jejak sendiri yang menandakan kejayaan Bani Umayyah. Berikut penjelasannya

Jejak masa kejayaan Bani Umayyah

1. Pembangunan jalan raya

Perbaikan dan pembangunan jalan raya terjadi di masa pemerintahan Al Walid bin Abdul Malik. Sang khalifah sangat memperhatikan rute menuju negerinya untuk memudahkan perjalanan menuju Baitul Haram.

Dia mengirim surat pada Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz agar mempermudah pelayanan, menggali sumur, dan membuat kran yang airnya bisa diberikan pada pekerja, jamaah, serta masyarakat umum.

2. Pembangunan rumah sakit

Dikutip dari situs RS Al Irsyad Surabaya yang mengamil dari artikel berjudul slamic Medicine History and Current Practice, rumah sakit pertama dikenal sebagai bimaristan atau maristan. Fasilitas ini dibangun di masa pemerintahan Al Walid bin Abdul Malik.

Sarana tersebut diguanakan untuk merawat dan mengisolasi pasien kusta atau lepra. Saat itu kusta adalah penyakit endemik yang perlu penanganan serius. Pembangunan rumah sakit berlanjut di era kekhalifahan Harun Al Rasyid.

3. Tidak ada pemungutan upeti

Kebijakan dihilangkannya pemungutan upeti (jizyah) diterapkan di masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Awalnya, aturan ini diterapkan para pemimpin kepada mereka yang baru menganut Islan dengan alasan menguji kesetiaan.

Umar dikisahkan mengirim surat pada wali kota Khurasan Al Jarrah bin Abdullah Al Hakami untuk meluruskan kebijakan pemungutan upeti. Sejak saat itu seluruh rakyat tak perlu lagi membayar jizyah. Meski tak lagi menyetorkan upeti, Umar tetap mewajibkan para pemimpin memperhatikan rakyatnya.

4. Kebijakan penaklukan negara lain

Umar bin Abdul Aziz mempertimbangkan pembatasan atau penghentian sementara penaklukan wilayah sekitar. Kebijakan diambil untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul di tiap daerah.

Keputusan ini juga untuk mengenalkan Islam lebih baik, rinci, dan memberikan contoh pada rakyat. Kebijakan sang khalifah terbukti efektif, efisien, dan berdampak baik pada kehidupan rakyat. Masyarakat juga lebih tertarik masuk Islam karena pemimpin yang baik dan tanpa paksaan.

Tentunya masih banyak lagi jejak kejayaan Bani Umayyah di dua era kepemimpinan tersebut. Meski begitu, semoga sedikit penjelasan ini bisa memperluas wawasan detikers terkait sejarah Islam.

Simak Video "WNI Bisa ke Arab Saudi Tanpa Karantina dan Booster Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia