Apa Benar Banteng Tidak Suka Warna Merah?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 30 Nov 2021 20:00 WIB
BARCELONA, SPAIN - JULY 10:  Bullfighter Sebastian Castella of France performs during the second bullfight of the 2011 season at the Monumental bullring on July 10, 2011 in Barcelona, Spain. This will be the last year for Bull fighting at the Monumental bullring as the parliament of Catalonia has voted to ban bullfighting as of January 1, 2012.  (Photo by David Ramos/Getty Images)
Aksi matador melawan banteng dengan bekal kain merah Foto: David Ramos/Getty Images
Jakarta -

Pernahkah melihat seekor banteng menyerang seseorang dengan jubah warna merah? Hal itu sering diperlihatkan dalam sebuah arena matador yang terkenal di Spanyol.

Biasanya dalam arena tersebut, seekor banteng akan mengejar seseorang yang memegang kain atau jubah merah.

Lantas benarkah banteng menyerang karena tidak suka warna merah?

Dilansir Live Science, ternyata seekor banteng menyerang bukan karena warna merah. Banteng dan kebanyakan hewan ternak lain seperti sapi justru buta warna sehingga tidak mengenali warna merah.

Banteng seperti ungulata atau hewan berkuku lainnya, memiliki penglihatan dikromatik. Mereka memiliki dua sel kerucut yang berbeda, sel-sel di retina yang mendeteksi warna.

Kondisi ini membuat banteng tidak bisa mempersepsi warna dan sulit membedakan warna yang dilihat.

Menyerang karena Ada Gerakan

Sebuah studi tahun 2007 dari MythBusters dari Discovery Channel telah menguji seekor banteng pada warna dan gerakan dalam tiga percobaan terpisah.

Pertama, peneliti memasang tiga bendera stasioner, yaitu merah, biru dan putih, di kandang banteng. Hasilnya, banteng menyerang ketiga bendera tanpa memandang warna.

Selanjutnya peneliti menempatkan tiga boneka berpakaian merah, biru, dan putih di atas ring, dan sekali lagi banteng bereaksi ketiganya tanpa memandang warna.

Percobaan yang paling bisa membuktikan adalah yang ketiga. Peneliti menempatkan orang berpakaian merah di atas ring dengan banteng dan dua koboi di sekitar ring.

Orang di dalam ring diam, sementara dua koboi yang tidak berbaju merah bergerak di sekitar ring.

Hasilnya, banteng mengejar koboi yang bergerak dan membiarkan orang berpakaian merah di dalam ring.

Penelitian tersebut telah membuktikan bahwa banteng bereaksi bukan karena tidak suka warna merah, melainkan karena sebuah gerakan.

Fungsi Jubah Merah

Adapun mengutip laman Wonderopolis, kostum hiasan dan jubah merah pada matador dianggap sebagai bagian penting dari budaya dan tradisi adu banteng.

Selain itu, ada juga alasan praktis mengapa matador menggunakan warna merah. Meskipun ada beberapa adu banteng yang tidak mematikan, namun dalam banyak kasus banteng bisa terluka oleh matador. Warna merah ini akan membantu menutupi darah banteng.

Nah itulah penjelasan tentang banteng yang ternyata menyerang sang matador bukan karena tidak suka warna merah tapi karena adanya gerakan. Semoga menambah wawasan detikers, ya!



Simak Video "Soal Banteng vs Celeng, FX Rudy: Bambang Pacul Tak Pakai Logika"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia