Bye-bye Inggris! Ini Profil dan Sejarah Barbados Republik Termuda di Dunia

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 30 Nov 2021 14:29 WIB
Bright image of wooden promenade at the waterfront of Bridgetown in Barbados. Colorful building against blue sky with white clouds. Boats and yachts in the harbor.
Foto: iStock
Jakarta - Negara Barbados kini telah resmi menjadi republik setelah mereka memberhentikan Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara.

Dikutip dari Aljazeera, peristiwa ini menandai putusnya ikatan kolonial yang tersisa antara Barbados dari Inggris, setelah hampir 400 tahun sejak pertama kali kapal Inggris mendarat di Pulau Karibia.

Sandra Mason dilantik sebagai presiden pertama Barbados menggantikan Ratu Elizabeth sebagai kepala negara. Dirinya dipilih melalui sesi gabungan Dewan Majelis dan Senat Barbados.

Mengutip dari House of Commons Library UK Parliament, Mason resmi menjabat sebagai Presiden Barbados mulai 30 November 2021, yaitu 55 tahun setelah merdeka dari Inggris dan merampungkan transisi menjadi bentuk republik.

Sebagai catatan, meski Barbados tidak lagi dipimpin oleh Ratu Elizabeth II, negara ini masih menjadi bagian dari Commonwealth atau persemakmuran Inggris.

Profil Negara Barbados

Melansir dari ABC News Australia dan buku RPUL Dunia karya Ajen Dianawati, berikut ini profil singkat negara Barbados yang terkenal dengan pantai-pantainya itu.

Ibu kota: Bridgetown

Luas wilayah: 430 kilometer persegi

Letak wilayah: 2.585 kilometer tenggara Miami, Florida, Amerika Serikat dan 860 kilometer dari Caracas, Venezuela

Julukan: Little England atau Inggris Kecil di Kepulauan Karibia

Jumlah penduduk: sekitar 285 ribu jiwa

Suku bangsa: Afrika, Kaukasia

Bahasa: Inggris

Agama: Anglikan, Protestan, Katolik Roma, Metodis

Lagu kebangsaan: In Plenty and in Time of Need

Hari bersejarah: 30 November 1966

Mata uang: Barbados dollar (BBD)

Kode negara: 1-246

Hasil tani: Gula tebu, bahan pangan, ikan

Sumber daya alam: minyak tanah

Sejarah Negara Barbados

Dikatakan dalam House of Commons Library UK Parliament, wilayah Barbados pertama kali didiami pada tahun 1620-an dan ini menjadikannya sebagai salah satu koloni Inggris paling awal.

Setelah membentuk Federasi Hindia Barat di tahun 1958, Barbados merdeka dari Inggris pada 1966. Kemerdekaan Barbados diakui oleh Inggris melalui pengesahan Barbados Independence Act 1966. Undang-undang ini memberikan Barbados 'status tanggung jawab penuh' di dalam persemakmuran Inggris.

Sebelum menjadi bentuk negara republik, Ratu Elizabeth II tetap menjadi kepala negara dengan gelar Queen of Barbados, tetapi diwakili oleh Gubernur Jenderal di Barbados.

Gerakan untuk mengubah Barbados menjadi republik telah dilakukan sejak lebih dari dua dekade lalu. Pada 1996, Komisi Peninjau Konstitusi diberi mandat untuk menganalisis kelayakan keberlanjutan hubungan antara Barbados dan Inggris. Komisi tersebut merekomendasikan Barbados menjadi republik parlementer pada 1998.

Di tahun 2005, Barbados mengganti Komite Kehakiman Dewan Penasihat yang basisnya di London dengan Pengadilan Keadilan Karibia di Trinidad dan Tobago. Kemudian, referendum untuk menjadi republik direncanakan pada 2008, namun tidak pernah terjadi.

Pada akhirnya 15 September 2020 Barbados mengumumkan maksudnya untuk berhenti menjadi monarki konstitusional sekaligus mencopot Ratu Inggris sebagai kepala negara.

Singkat cerita, Sandra Mason dinominasikan sebagai presiden pertama Barbados pada 12 Oktober 2021. Pangeran Charles juga mewakili ibunya, Ratu Elizabeth II, dalam serah terima jabatan kepala negara Barbados di Lapangan Pahlawan Nasional Bridgetown.

Simak video 'Rihanna Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Barbados':

[Gambas:Video 20detik]



(nah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia